KARYA ILMIAH – MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN DENGAN MENDAUR-ULANG SAMPAH ANORGANIK MENJADI SUATU TRASH MUSIC

Posted in Karya, Tulisan on Juli 3, 2012 – 1:51 pm
Post a comment

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka Sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya. Dengan jumlah sampah semakin meningkat, dimana masalah ini merupakan masalah yang tidak ada habisnya. Sampah digolongkan menjadi dua macam yaitu sampah organik dan sampah nonorganik :

  1. Sampah organik – dapat diurai (degradable)
  2. Sampah anorganik – tidak terurai (undegradable)

1. Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. contohnya daun. Namun tidak semua daun yang diuraikan itu dapat dengan cepat diurai oleh bakteri, seperti halnya daun srikaya yang memerlukan waktu yang sangat lama untuk diuraikan.

2. Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, pipa, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.

Dari segala rancangan yang telah ada, baik dengan segi model bahkan hiasan kami juga akan berusaha merancang sebuah karya yang tak kalah menariknya, walaupun bahan yang kami buat itu dari barang bekas. Jadi kami merasa data yang ada pada saat itu sudah tercukupi, apalagi sekarang teknologi sudah berkembang. Jadi kami dapat memperoleh informasi mengenai rancangan ini dengan mudah.

Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse,Reduce,andRecycle).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan.

Sebuah musik bisa dihasilkan melalui mediasi apapun. Termasuk barang bekas sekalipun, unsur musikal bisa diperoleh asalkan kita pintar-pintar mengolah nada-nada yang kemungkinan bisa dihasilkan oleh suatu benda. Sampah anorganik akan sangat bisa diharapkan untuk membuat sebuah alat musik yang bisa menghasilkan suara-suara yang unik dan diolah menjadi nada-nada yang kita inginkan. TrashMusic.., trash merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris yang artinya sampah. Gagasan ini akan menampilkan suatu pola garap musikal yang memakai mediasi sampah anorganik yang sudah diolah sedemikian rupa menjadi suatu barang bekas yang akan menghasilkan suara.

Menjadikan sampah anorganik yang didaur-ulang menjadi suatu Trash Music, maka dipandang perlu adanya penelitian dan pemanfaatan terhadap aneka jenis sampah anorganik sebagai salah satu sumber terciptanya suatu Trash Music yang setidaknya mampu mengurangi pencemaran lingkungan. Untuk itu penulis mengamati jenis sampah anorganik, untuk bisa diolah menjadi sebuah alat musik.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan dari gagasan ini adalah :

-       Mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat dari sampah khususnya sampah anorganik.

-        Mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup.

-        Meningkatkan kreatifitas musik seniman di Indonesia pada umumnya dan di Bali khusunya.

 

GAGASAN

Kondisi Kekinian

Kerusakan lingkungan adalah deteriorasi lingkungan dengan hilangnya sumber daya air, udara, dan tanah; kerusakan ekosistem dan punahnya fauna liar. Kerusakan lingkungan adalah salah satu dari sepuluh ancaman yang secara resmi diperingatkan oleh High Level Threat Panel dari PBB. The World Resources Institute (WRI), UNEP (United Nations Environment Programme), UNDP (United Nations Development Programme), dan Bank Dunia telah melaporkan tentang pentingnya lingkungan dan kaitannya dengan kesehatan manusia, pada tanggal 1 Mei 1998.
Kerusakan lngkungan terdiri dari berbagai tipe. Ketika alam rusak dihancurkan dan sumber daya menghilang, maka lingkungan sedang mengalami kerusakan. Environmental Change and Human Health, bagian khusus dari laporan World Resources 1998-99 menjelaskan bahwa penyakit yang dapat dicegah dan kematian dini masih terdapat pada jumlah yang sangat tinggi. Jika perubahan besar dilakukan demi kesehatan manusia, jutaan warga dunia akan hidup lebih lama. Di negara termiskin, satu dari lima anak tidak bisa bertahan hidup hingga usia lima tahun, terutama disebabkan oleh penyakit yang hadir karena keadaan lingkungan yang tidak baik. Sebelas juta anak-anak meninggal setiap tahunnya, terutama disebabkan oleh malaria, diare, dan penyakit pernapasan akut, penyakit yang sesungguhnya sangat mungkin untuk dicegah.

 

Solusi Yang Pernah Ditawarkan

Metode penghindaran dan pengurangan. Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk , atau dikenal juga dengan “pengurangan sampah”. Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai , memperbaiki barang yang rusak , mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik ), mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue) ,dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama (contoh, pengurangan bobot kaleng minuman). Metode-metode tersebut mungkin bukan solusi yang begitu baik, karena setelah sampah diolah menjadi suatu barang yang bisa digunakan lagi otomatis nantinya akan dibuang juga apabila barang tersebut tidak berguna lagi. Apabila kita mengubahnya menjadi sebuah alat musik, saya yakin alat musik tersebut tidak akan dibuang dan dapat menguragi pencemaran lewat sebuah kreatifitas musikal.

 

Kondisi Setelah Pengajuan Gagasan

Memanfaatkan jenis sampah anorganik, yang didaur-ulang dapat meningkatkan kreatifitas dikalangan seniman dan juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah anorganik. Kondisi lingkungan yang semakin tertimbun sampah sangat terlihat di kota-kota besar di Indonesia. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah kita harus melakuakan suatu tindakan serius mengenai pengolahan sampah tersebut. Tidak mungkin kita membakar sampah tersebut, karena akan memberi dampak yang sangat signifikan terhadap udara yang mengakibatkan polusi udara dan global warming. Dengan pemanfaatan sampah anorganik yang kemudian didaur-ulang menjadi suatu Trash Music adalah salah satu bentuk tindakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Disamping berfungsi untuk mengurangi pencemaran lingkungan, sampah buangan yang telah menjadi sebuah alat musik (trash music) akan bisa meningkatkan kreatifitas dikalangan seniman di Indonesia. Musik kontemporer adalah jenis musik yang cocok dengan mediasi sampah bekas, maka sampah-sampah tersebut akan sangat berfungsi guna pembuatan suatu garap musik kontemporer yang bertema Trash Music.

Pengetahuan akan fungsi sebuah alat musik bekas sampah anorganik tidak hanya sekedar untuk meningkatkan kreatifitas musikal melainkan memiliki fungsi utama untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang kini rasanya sudah meningkat akibat kurangnya antisipasi terhadap sampah-sampah, khususnya sampah anorganik. Selain itu dalam dunia musik, akan terjadinya perkembangan daya kreatifitas yang dapat memunculkan ide-ide yang kreatif dan inovatif melalui mediasi alat musik hasil olahan sampah anorganik.

 

Pihak-Pihak Yang Dapat Membantu

Untuk mewujudkan gagasan ini maka perlu adanya pegembangan lebih lanjut berbagai jenis sampah anorganik dengan pemilihan berbagai jenis sampah yang cocok untuk didaur-ulang  menjadi sebuah alat musik. Oleh karena itu perlu adanya kerja sama dari seniman-seniman musik kontemporer yang sudah biasa menghasilkan alat-alat musik baru. Seniman Kontemporer biasanya membuat suatu karya yang mediasinya menggunakan alat-alat musik yang aneh dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Maka dari itu peranan seniman kontemporer sangat berpengaruh dalam terwujudnya gagasan ini.

Selain pihak-pihak diatas, peranan pemerintah menjadi sangat penting untuk mempercepat terwujudnya gagasan ini dalam sekala lebih luas, untuk mengatasi atau mencegah terjadinya pencemaran lingkungan, polusi udara dan juga untuk memerangi Global Warming yang saat ini sangat diperhatikan oleh-oleh Negara-negara di seluruh dunia.

 

Strategi Untuk Mengimplementasi Gagasan

Dalam perwujudan gagasan ini diperlukan publikasi lewat pementasan musik kontemporer dengan tema Trash Music yang menggunakan seluruh mediasi sampah anorganik yang sudah didaur-ulang menjadi sebuah alat musik serta memberikan informasi akan manfaat dari alat musik yang berbahan sampah anorganik, sehingga orang tertarik untuk memanfaatkan sampah anorganik menjadi sebuah alat musik. Sehingga masalah pencemaran lingkungan akibat buruknya tindakan kita mengatasi sampah-sampah bisa terjadi apabila kita tidak menanganinya secara efektif, maka sangat besar kemungkinan sampah-sampah akan menimbun kota-kota besar di Indonesia dan dunia. Trash Music akan menjadi Tren musik baru dikalangan seniman-seniman di Indonesia. Selain itu, perkembangan Trash Music yang unik, yang mampu mewadahi gagasan ini untuk menghasilkan gaya dan tren tersendiri dalam perkembangan musik yang ramah lingkungan, menjadikan masalah ini juga sebagai bentuk tanggung jawab para seniman untuk menciptakan suatu karya seni musik yang dapat  mengurangi adanya pencemaran lingkungan dan memberikan rangsangan musik kepada seniman-seniman muda di Indonesia untuk bisa lebih peka terhadap lingkungan disekitar kita.

 

KESIMPULAN

Gagasan Yang Diajukan

Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi. Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mrip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang fungsinya berebeda dengan aslinya. Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah. Proses daur ulang aluminium dapat menghemat 95% energi dan mengurangi polusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstrasi aluminium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca dan plastik. Dengan mendaur ulang jenis sampah anorganik menjadi suatu Trash Music adalah salah satu upaya kita dalam mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan daya kreatifitas dikalangan seniman Indonesia pada umumnya dan Bali khusunya.

Trash Music mungkin bisa tergolong dalam jenis musik kontemporer. Musik kontemporer adalah suatu sikap, yaitu sikap dalam berkesenian yang senafas dengan konsep seni modern yang berorientasi kepada masalah-masalah kehidupan masa kini sekaligus untuk menanggapi secara kritis dan mengatasi nilai-nilai budaya tradisi yang tidak relevan dengan jiwa masa kini. Intinya, Para Komponis kontemporer tidak takut menampilkan sifat-sifat aneh, nakal, urakan, humor, dan sifat lain yang muncul sebagai ekspresi musikal disamping mengekploitasikan berbagai macam emosi, serta mengekploitasi mediasasi yang akan digunakan guna terbentuknya suatu garap musik kontemporer yang lepas dari konteks tradisi dengan perhitungan yang matang dan melalui proses seleksi.

Berikut adalah jenis sampah anorganik yang sudah didaur ulang menjadi sebuah alat musik untuk menghasilkan suatu Trash Music:

 

 Teknik Implementasi

Teknik implementasi yang akan dilakukan sebagai langkah awal adalah melakukan pemilihan jenis sampah anorganik yang kiranya bisa didaur ulang menjadi suatu Trash Music, untuk diolah sedemikian rupa dijadikan suatu alat musik yang bisa menghasilkan ide-ide kreatif dibidang musik kontemporer Trash Music dikalangan musisi di Indonesia dan bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah anorganik. Cara ini dapat terwujud selain dengan memberikan contoh jenis sampah anorganik yang bisa didaur ulang menjadi sebuah alat musik, juga dapat dipublikasikan dengan contoh berupa alat-alat musik yang baru dihasilkan dari barang-barang bekas sebelumnya.

Mengenal teknik-teknik dalam pembuatan, penyusunan serta pengetahuan akan jenis media alat musik dari berbagai bahan jenis sampah anorganik, untuk dapat diaplikasikan dalam suatu garap musik Trash Music sehingga setiap orang tidak ragu untuk menentukan jenis sampah anorganik untuk didaur ulang menjadi sebuah alat musik yang bisa berguna untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan daya kreatifitas dalam bermusik.

 

 

 

Manfaat Gagasan

Manfaat yang dapat dicapai adalah mengurangi pencemaran lingkungan yang selama ini sudah menjadi topik hangat di masyarakat. Lingkungan yang asri, bersih sejuk, indah, sehat dan nyaman akan bisa terwujud apabila kita pintar-pintar untuk mendaur ulang kembali sampah-sampah bekas yang bisa menghasilkan suatu barang yang bisa berguna kembali. Trash Music adalah suatu bentuk kreatifitas musik yang sangat peduli akan lingkungan disekitar dengan memanfaatkan sampah anorganik yang sudah tebuang menjadi sebuah alat musik yang bisa sangat berguna untuk terciptanya suaru garap musik kontemporer.

Manfaat lain dari gagasan ini adalah akan memunculkan ide dan gagasan baru dalam dunia musik kontemporer yang lebih kreatif dalam memunculkan imajinasinya yang menggunakan mediasi sampah bekas. Trash Music akan menjadi sebuah tren musik yang sangat memberikan kontribusi postif terhadap alam, masyarakat maupun indivual masing-masing. Disamping itu manfaat lain dari gagasan ini adalah munculnya Trash Music yang bisa dikategorikan menjadi Genre musik yang mendunia. Perkembangan musik saat ini sangat signifikan, bisa dilihat dari beragamnya genre musik yang bermunculan di seluruh dunia, itu terjadi karena akibat pola pikir manusia saat ini sudah berubah, yang dulunya masih terpaku dalam tradisinya masing-masing, sekarang sudah mulai bisa terbebas dari tradisinya dan akan menghasilkan tradisi baru di dunia permusikan. Trash music akan banyak membantu dalam perkembangan rangsang musik terhadap keadaan lingkungan sekitar kita.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

World Resources 1998-99, edited by Leslie Roberts and published by Oxford University Press

Hardjana, Suka, 2003, “Corat – coret  Musik  Kontemporer  Dulu  dan  Kini”, Ford Foundation dan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, Jakarta.

Mack, Dieter, 2004, “Musik  Kontemporer  dan   Persoalan  Interkultural”, Arti, Bandung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


This entry was written by baguskrishna, filed under Karya, Tulisan.
Bookmark the permalink or follow any comments here with the RSS feed for this post.
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*