4 Risiko Pinjaman Online yang Harus Anda Ketahui

This post was written by asmara on Desember 6, 2019
Posted Under: BISNIS,INFORMASI,TEKNOLOGI

4 Risiko Pinjaman Online yang Harus Anda Ketahui- Salah satu inovasi di bidang keuangan yang sangat digandrungi akhir-akhir ini adalah pinjaman secara online yang disediakan oleh beberapa lembaga financial tehcnology untuk memenuhi kebutuhan kredit masyarakat. Memiliki akses dan syarat yang mudah, membuat kredit online ini begitu menggiurkan. Meski begitu, Anda harus memahami beberapa risiko dari pinjaman via online. Berikut ini ulasan singkatnya.

Memiliki Suku Bunga Tinggi

Salah satu risiko mengambil kredit secara online adalah patokan suku bunga yang terbilang cukup tinggi. Otoritas Jasa Keuangan tidak menetapkan batasan suku bunga dalam platform fintech dan menyerahkan besaran bunga ini sepenuhnya pada pihak perusahaan.

Tingginya risiko nasabah online serta tingginya kemungkinan kredit macet menjadikan besaran bunga pinjaman cukup tinggi. Meski begitu, platform fintech mengimbanginya dengan kemudahan akses dan cepatnya persetujuan pinjaman yang diajukan.

Kecilnya Plafond Pinjaman yang Ditawarkan

Selain suku bunga yang cukup tinggi, pinjam uang melalui platform online juga hanya dapat menawarkan besaran pinjaman tidak lebih dari 5 juta rupiah. Apalagi kebanyakan platform fintech menyediakan layanan pinjaman tanpa agunan. Hal ini menjadikan besaran pinjaman yang bisa Anda dapatkan tidak terlalu banyak.

Walau besaran kredit tidak terlalu tinggi, platform peminjaman online ini bisa membantu Anda yang sedang membutuhkan uang dalam jangka waktu yang cepat. Efisiensi waktu dan tenaga akan memudahkan Anda untuk memenuhi kebutuhan. Selain itu, Anda juga dapat merencanakan pembayaran dengan baik sesuai dengan kemampuan Anda.

Lamanya Proses Persetujuan

Banyak masyarakat yang beralih pada platform peminjaman online ini karena proses verifikasi dan persetujuannya yang tidak memakan waktu lama. Meski begitu, tidak semua platform fintech memiliki reputasi bagus dalam proses approval ini. Anda perlu mengetahui track record platform tersebut dan alur proses peminjaman sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman.

Ada beberapa platform yang memberi batasan proses persetujuan hingga maksimal satu minggu, ada pula yang menetapkan batas masa persetujuan paling lama satu bulan. Berbeda dengan Asakita yang memberikan persetujuan pinjam uangpaling lama dalam satu hari. Setelah proses pengajuan disetujui, maka uang pinjaman yang Anda ajukan akan langsung masuk ke rekening yang telah didaftarkan sebelumnya.

Adanya Biaya Tambahan yang Tidak Transparan

Risiko lainnya yang perlu Anda waspadai sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman secara online adalah mengetahui biaya-biaya tambahan di luar pinjaman pokok yang harus dibayarkan. Beberapa platform fintech yang nakal tidak mencantumkan biaya tambahan ini dalam situs atau aplikasi mereka. Anda harus berhati-hati dan menghindari platform fintech yang tidak transparan seperti ini.

Selain memastikan platform fintech yang dituju sudah terdaftar secara resmi di OJK, Anda juga harus memperhatikan biaya-biaya tambahan yang perlu Anda bayarkan selama masa peminjaman. Mulai dari biaya administrasi, besaran denda hingga penalti.

Itulah beberapa risiko pinjaman online yang perlu Anda ketahui. Besaran bunga yang tinggi, kecilnya jumlah pinjaman, proses persetujuan yang membutuhkan waktu lama hingga biaya tambahan yang tidak transparan adalah beberapa di antaranya. Anda perlu melakukan sedikit survei untuk mengetahui kredibilitas dari platform fintech tersebut. Jangan lupa perhatikan syarat dan surat kontrak pinjaman sebelum memutuskan untuk mengajukan aplikasi pinjaman pada platform keuangan online.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address