BANJAR

This post was written by asmara on April 1, 2014
Posted Under: Tulisan

Nama: I Gede Satria Langgeng Asmara

Nim: 201312006

SEKILAS TENTANG BANJAR

BANJAR ROOBAN DESA TULIKUP GIANYAR

Banjar adalah suatu komunitas desa, dimana para warga selalu melakukan kegiatan sangkep atau rapat desa. Banjar juga sering digunakan sebagai sarana komunikasi antar para pemuda yang terkumpul dalam sebuah kelompok khusus.

Khusus untuk di Banjar Rooban ini, terbagi atas beberapa kelompok, mulai dari kelompok keluarga, sampai kelompok adat desa. Banjar ini dipimpin oleh seorang kelihan banjar/ketua banjar yang mengatur seluruh kelompok banjar tersebut. Kelihan banjar juga sering melakukan sangkep/musyawarah bersama para warga. Banjar memiliki satu pura yang harus disungsung atau dipelihara. Pura tersebut nantinya akan dikelola untuk mempererat hubungan manusia khususnya para warga dengan Sang Pencipta.

Adapun kelompok-kelompok yang ada di banjar ini adalah:

 

  1. Tempekan.

Tempekan atau kelompok keluarga merupakan pembagian khusus atas tanah yang ditempati oleh masing-masing keluarga. Tempekan-tempekan tersebut dibagi menjadi 4, antara lain: Tempekan Kawan, Tempekan Jero Agung, Tempekan Kaja Kangin, dan Tempekan Kaja Kauh. Di masing masing tempekan ini juga dipimpin oleh sinoman-sinoman.

 

  1. Seka Gong.

Seka gong merupakan kelompok orkes gamelan yang ada di banjar. Biasanya kelompok ini bertugas mengiringi setiap upacara yang ada di pura maupun di luar pura. Dalam kelompok ini, terbagi menjadi 3, yaitu: Seka Gong Alit/Teruna, Seka Gong Istri/Wanita, dan Seka Gong Lingsir (sebagian besar kelompoknya adalah para pria dewasa).

 

  1. Seka Teruna/Teruni.

Kelompok ini adalah wadah para pemuda maupun anak-anak yang sudah beranjak remaja. Kegiatan mereka biasanya adalah membantu kelompok-kelompok yang lebih tinggi dalam melakukan kegiatan banjar. Seperti: Gotong royong, sangkep atau musyawarah, kegiatan ngayah di pura, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Seka Teruna Teruni ini juga sering melakukan kegiatan tirtayatra ke berbagai pura suci yang ada di bali setiap tahunnya.

 

Adapun hubungan para warga dengan banjar antara lain: mempererat tali persaudaraan antar keluarga, menjalin komunikasi yang baik, membangun pemikiran-pemikiran positif di setiap keluarga, dan menjadikan banjar sebagai tempat bertukar fikiran.

Selain itu, banjar juga memiliki kegunaan yang harus dipertahankan yaitu: Mempertahankan struktur bangunan khas Bali yang ada di banjar.

Banjar juga membantu setiap keluarga di masing-masing kelompok dalam melakukan kegiatan kemanusiaan seperti: ngaben, potong gigi, ngeroras, dan kegiatan kemanusiaan lainnya.

Di hari besar keagamaan, banjar juga sering mengadakan kegiatan Dana Punia. Kegiatan ini sering dilakukan, apabila akan dipergunakan untuk perbaikan pura maupun bangunan yang ada di banjar. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga untuk menyumbangkan donasinya ke dalam kotak amal yang ada di setiap pura.

Banjar juga mewakili seluruh petugas keamanan yang ada. Pecalang adalah salah satu petugas keamanan yang wajib ada di setiap banjar. Kelompok ini bertugas ketika ada upacara di pura, pengawalan pawai ogoh-ogoh di saat pengeripikan, dan menjaga keamanan ketika perayaan nyepi.

Selain itu, pecalang juga mempunyai tugas untuk menjaga kedamaian antar warga, agar tidak terjadi perselisihan saat diadakannya musyawarah. Tak ketinggalan juga, banjar disungsung oleh bendesa adat atau kepala desa. Tugasnya di banjar adalah: memberikan tata tertib setiap petugas banjar dan menjadi penanggung jawab atas seluruh komponen yang ada di banjar. Selain kegiatan-kegiatan di atas, banjar juga menjadi tempat prosesi upacara adat. Khusus di Banjar Rooban ini, banjar sudah setiap tahun menjadi tempat upacara pecaruan tawur kesanga dalam rangka hari raya nyepi, dan tempat berkumpulnya para komponen penggarap ogoh-ogoh.

 

Demikian sekilas tentang banjar di Desa Tulikup Gianyar.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: