REVIEW LIMA BUKU

Posted by aristanaya
Jul 06 2010

Literatur Musik Nusantara

Judul         : Ilmu Sosial Budaya Dasar
Oleh         : Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H
Penerbit     : PT. Citra Aditya Bakti
Tahun         : 2005
Kata Kunci     :
Kelompok dan Tujuan Ilmu Pengetahuan

Kelompok Ilmu Pengetahuan
Untuk memahami Ilmu Sosial Budaya Dasar, perlu dipahami terlebih dahulu pengelompokannya, bahwa sepengetahuan Prof. Dr Harsana Bachtiar (1981) mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok besar, yaitu :
Kelompok ilmu alamiah (Natural Sciences)
Kelompok ilmu alamiah bertjuan untuk memahami keteraturan yang dapat dalam alam semesta.
Kelompok Ilmu Sosial
Kelompok ilmu sosial bertujuan untuk memahami keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia.
Kelompok Pengetahuan Budaya
Kelompok pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan yang bersifat manusiawi

Judul         : Esensi Bunyi Gamelan dalam Prosesi Ritual Hindu
Oleh         : I Ketut Donder
Penerbit     : “Pāramita”
Tahun         : 2005
Kata Kunci     :
Keberadaan dan berkembangnya gambelan

Keberadaan Gamelan
Sejarah telah mencatat bahwa gamelan merupakan salah satu warisan dari produk budaya Hindu di masa lalu. Gamelan adalah orkes besar yang terdapat di Jawa dan Bali, terutama terdiri dari alat-alat pukul yang terbuat dari perunggu (Pringgodogdo, dkk., 1973 : 427). Gamelan sebagai salah satu dari puncuk kebudayaan daerah yang memang menonjol pernah diusulkan oleh Ki Hadjar Dewantara dan tokoh lainnya sebagai salah satu bentuk kebudayaan nasional.
Gamelan Jawa merupakan gamelan Bali merupakan karya monumental dari nenek moyang bangsa Indonesia yang memiliki nilai setara dengan bangunan-bangunan candi. Gamelan bisa tumbuh dan berkembang di masa lalu karena pada masa kerajaan Hindu, raja memberikan perhatian yang besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan nilai-nilai seni dan budaya.

Judul         : Ensiklopedi Karawitan Bali
Oleh         : Pande Made Sukerta
Penerbit     : F.X. Widaryanto
Tahun         : Bandung, Juli 1998
Kata Kunci     :
Spesifikasi uger-uger dan jajar pageh

Bentuk gending
Telah diutarakan bahwa perangkat gamelan angklung mempunyai dua jenis repertoar, yaitu jenis gending-gending patajakan iringan tari. Dilihat dari satu unsur tidak adanya bentuk gending dalam gending-gending gamelan angklung, hal ini disebabkan karena kurangnya tungguhan struktural yang digunakan, selain itu juga disebabkan karena unsur jejer pageh maupun uger-ugernya tidak selengkap para perangkat gamelan yang lain, seperti misalnya pada perangkat gong gede, semar pegulingan saih pitu, semar pegulingan saih lima atau juga pada perangkat gamelan yang menggarap jenis gending-gending iringan tari (pelegongan) dan pegambuhan.

Judul         : Pengantar Karawitan Bali
Oleh         : I Wayan Dibia, SST
Penerbit     : Proyek Peningkatan / Pengembangan ASTI Denapsar
Tahun         : 1977/1978
Kata Kunci     :
Hubungan Karawitan dengan Keagamaan

Kisodoesawarna seorang ahli karawitan mengatakan bahwa karawitan adalah suatu istilah yang berasal dari kata “rawita” yang berarti rumit, halus, atau indah, kemudian diartikan kesenian bunyi-bunyian, Tegasnya karawitan sama dengan seni suara musik, I W.M. Aryasa, BA. Seorang guru karawitan pada S.M.K.I (Kokar) Bali mengartakan bahwa karawitan itu adalah tidak jauh dengan pengertian “Musik Tradisional Daerah Indonesia” yang memakai laras slendro dan laras pelog.
Geografi hubungan karawitan itu sendiri dengan nilai-nilai sosial budaya yang ada, di Bali seni Karawitan dilandasi oleh nilai-nilai budaya Bali, mempunyai kaitan yang erat dengan keagamaan dan nilai-nilai sosial lainnya. Eksistensi karawitan Bali tidak pernah lepas dengan faktor-faktor di atas yang sampai saat ini masih tetap terpelihara.

Older :

Trackback URL for this entry