“A.A RAI KALAM” SENIMAN DRAMA GONG PURI SATRIA KAWAN KLUNGKUNG

 

peuf_20121031_177

A.A Rai Kalam adalah seorang seniman Drama Gong yang berasal dari Puri Satria kawan klungkung, beliau lahir tgl 24 september 1939 , sejak kecil beliau bersekolah di SD 2 pekandelan klungkung dan tamat  tahun 1953 , kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 klungkung dan Tamat SMP  tahun 1956, kemudian melanjutkan ke SGA dan Tamat pada tahun 1959, Sejak kecil A.A Rai Kalam Bercita-cita menjadi seorang guru, karena kegigihannya semua itu dapat tercapai dan terbukti beliau diangkat menjadi guru di SD wanasari tepatnya tgl 1 maret 1960 dan pensiun tgl 1 oktober 1999,  beliau menikah dengan Dewa Ayu Mayun sekitar tahun 1962 dan memiliki 5 orang putri namun sayangnya  tidak ada satupun anak beliau yang mengukuti jejak ayahnya menjadi seorang seniman drama gong.A.A Rai Kalam sangat dikenal di masyarakat karena kepandaiannya dalam memainkan peran patih anom dan sekaligus menjadi sutradara dibalik cerita Drama Gong namun sekarang beliau sudah berhenti bermain Drama Gong Karena faktor usia dan faktor kesehatan fisik yang memaksa beliau untuk berhenti bermain Drama Gong. Setelah saya melakukan wawancara langsung dengan beliau Pada tanggal 2 oktober 2013, saya mendapat beberapa informasi seputar perjalanan karir beliau dari pertama kali bermain Drama Gong sehingga sampai saat ini beliau masi cukup dikenal masyarakan dan bahkan sampai mendapatkan banyak penghargaan dari pemerintah kabupaten klungkung dan pemerintah provinsi bali.

1.Sejarah Drama Gong dan awal Perjalanan karir A.A Rai Kalam

            Perjalanan karir beliau sebagai Pemain Drama Gong dimulai dari tahun 1964 pada saat itu  terjadi persaingan politik antara PKI dan PNI di bidang seni Budaya PNI memiliki ormas yang Bernama LKN (lembaga kesenian Nasional) sedangkan PKI memiliki LEKRA ( Lembaga Kebudayaan rakyat) akibatnya kedua partai politik mengembangkan seni dalam menurut versinya masing-masing dalam hal ini masing-masing lembaga kesenian membentuk group atau sekaa masing-masing ada berupa janger (PKI) dan janger Marhaen , dan selain janger PNI juga memiliki sekaa parwa,sekaa arja dan lainnya dan itu menjadi cikal bakal terbentuknya Drama Gong yang sampai sekarang kita kenal.

Memasuki tahun 1964 PNI front Marhaenisme dipelopori oleh tokoh-tokoh partai dalam merayakan Hari tani Nasional dibentuklah kesenian Drama yang pada saat itu sudah menggunakan ilustrasi Gong yang dimainkan di Arena bukan dipanggung, sehingga drama gong identik juga dengan sebutan Drama Arena. Tepat pada Tgl 24 september 1964 pada hari ulang tahun Petani Drama Arena dengan ilustrasi Gong tersebut mengadakan pertunjukan perdana di bencingah Puri Satria Kanginan dan di Iringi oleh penabuh dari masyaratkat Puri Satria sendiri, namun harus diakui bahwa pertunjukan Drama Arena tersebut belum bernama drama Gong seperti sekarang, dan pada saat itu A.A Rai Kalam untuk pertama kalinya menjadi Peran Patih dalam Drama Arena tersebut sekaligus menjadi sutradara.

Perkembangan Drama selanjutnya setelah terjadinya peristiwa G30SPKI, situasi tidak aman pikiran masyarakattercekam oleh rasa takut, sehingga berbulan- bulan rakyat haus akan hiburan. Pada saat itu muncul lah Drama Arena yang di iringi dengan ilustrasi Gong kebyar bermunculan dimana-mana dan dikabupaten klungkung muncul 15 kru drama gong.

 

2. Pengalaman berkesan  A. A RAI  KALAM

            A.A Rai Kalam dari  Sejatinya tidak memiliki kemampuan atau bakat menari namun karena adanya kebutuhan lingkungan pada saat persaingan antara partai politik PNI dan PKI timbullah rasa ingin berkarya dalam bidang seni budaya dan beliau mengawali karirnya sebagai pemain drama gong di Puri satria kawan, pada saat itu beliau langsung menjadi Pembina sekaligus menjadi pemeran dan mungkin tepat seperti kata peribahasa “Dimana Tak ada elang kata belalang aku lah elang “ dan di tahun baru 1 januari 1967 drama Gong di puri satria kawan dipentaskan pertama kali di bencingah puri satria kawan, dan dari sanalah beliau mulai dikenal oleh masyarakat. Kemudian ditahun 1970 LISTIBIA provinsi bali, Majelis Pembina dan pertimbangan kebudayaan mengadakan festival Drama gong sebali, dan di ikuti oleh 8 kabupaten, untuk klungkung dalam festival tersebut diwakili oleh kru drama yang dibentuk oleh A.A Rai Kalam yang bernama Tilottama Semara Bumi, dimana  A.A Rai Kalam , ikut sebagai pemain peran patih sekaligus sutradara. Pada waktu pentas tersebut jelasnya sebagai wakil kabupaten Klungkung dalam fesitival drama Gong sebali tahun 1970 itu Drama Gong Tilottama  Semara Bumi klungkung keluar sebagai kru pilihan II. Perlu dijelaskan Sebutannya bukan Kru Juara karena pada saat itu tidak berdasarkan Ranking penilaian Dewan juri tapi berdasarkan pertimbangan lain karena kru Drama yg terpilih sebagai kru pilihan I dianggap berperan dan Berjasa Sebagai Pelopor Lahirnya  Drama Gong berbahasa bali, padahal menurut penilaian dewan juri pemain perorangan yang dianggap pemenang dalam penilaian itu dianggap Kru drama klungkung  meraih 5 juara perorangan antara lain , Pemain putrid,pemain patih agung , dan 3orang dagang tuak dan sutradara. Sedangkan Kru drama Gong pilihan I yang dianggap pemenang juara perongannya kurang dari 5.

Setelah pentas pada bulan Agustus 1970, dalam rangka festival drama gong sebali yang diadakan di Gedung Lila bhuwana denpasar A.A Rai kalam, mulai dikenal oleh penonton dan sesama pemain drama Gong. Pada tahun itu oleh seniman drama gong dari kabupaten Gianyar A.A Rai Kalam, diminta untuk bergabung membuat atau membentuk Kru Drama Gong  gabungan terdiri dari pemain-pemain asal kabupaten gianyar dan kabupaten klungkung dan kru drama yang dimaksud bernama drama Gong Bintang Bali Timur. Dari sana lah nama A. A Rai Kalam makin dikenal oleh penonton Drama Gong, akibat persainga antara sesame Kru Drama gong yang banyakbermunculan di Bali persaingan drama Gong makin ramai dan makin ketat , demkian pula kru drama gong yang manajemennya kurang bagus atau kurang beres drama pula mengalami pasang surut.

Kru drama Gong yg bermunculan di kabupaten lain seperti Drama Gong Puspa anom dari buleleng, kru Drama Gong Kertha Budaya dari kabupaten Badung Drama Gong DKD (Dewan Kesenian Denpasar,Drama Gong Swastika Karya di gianyar dan ada juga kru drama Gong yang Cukup tenar muncul di denpasar dengan nama Swastika Budaya dimana A. A Rai Kalam ikut dipilih sebagai salah seorang pemain patih anom, selain itu beliau juga ikut serta dalam kru drama gong sancaya dwipa dari kabupaten bangli. Dalam proses selanjutnya drama Gong mengalami Pasang surut, dalam Hal ini Bintang Bali timur yang pernah di ikuti dan dibina oleh beliau sendiri mengalami perpecahan tahun 1974 mulailah terbentuk  kru drama baru yang di pimpin dan di sutradari oleh A.A Rai Kalam, dimana pemainnya berasal dari 3 kabupaten yaitu kabupaten klungkung, kabupaten Gianyar dan Kabupaten badung sehingga dinamai Tri loka Budaya.

Melalui kru yg banyak itu lah yang di ikuti oleh beliau makin banyak dikenal orang bahkan sampai keluar bali.  Dan karena pengalaman yang meng lang-lang buana diseluruh wilayah pulau bali pada saat-saat sedang dipuncak petenarannya bersama seke Drama Gong yag di ikutinya rata-rata sebulan A.A Rai Kalam bisa pentas 25 kali atau 25 malam setiap bulannya dan ini berlaku sampai beberapa tahun terutama  bersama kru Drama Gong Bintang Bali timur.

 

3.Penghargaan yang diterima A.A Rai Kalam

Karena pengalaman A.A Rai kalam yang melanglang buana di seluruh wilayah bali bahkan sampai keluar bali,,beliau mendapat bebrarapa penghargaan dari pemerintah kabupaten klungkung maupun pemerintah provinsi bali, adapun penghargaan yg beliau terima antra lain :
1. Piagam Aji Sewaka Nugraha, dari pemerinyah kabupaten klungkung.

2.penghargaan pembinaan dan pengembangan Drama Gong, dari pemerintah kabupaten klungkung.

3. Penghargaan Sebagai seniman Tua , dari pemerintah provins Bali.

4. Piagam Dharma Kusuma Dari pemerintah daerah tingkat 1 Provinsi bali dan piagam Dharma Kusuma merupakan yang paling berkesan dalam hal piagam penghargaan yang beliau peroleh.

 

4.Harapan A. A Rai Kalam Untuk drama Gong kedepannya

            A.A Rai Kalam, berharap Supaya Drama Gong tidak mati harus disesuaikan dengen selera masyarakat namun jangan sampai lepas dari pakem-pakem Drama Gong , Karena Sampai saat ini  peralanan dan perkembangan seni Drama Gong, seperti kehilangan jati dirinya. Dan saat ini sudah muncul Drama gong dengan sebutan Drama gong inovasi, yang sebenarnya menghalalkan segala cara memperkosa kaidah2 drama gong yang tujuannya laku dijual, sehingga bagaimanpun caranya pakem drama gong disesuaikan dengan selera penonton. Dan kepada seniman drama Gong yang muda tolong sadari hal ini jangan sampai drama gong itu benar-benar mati walaupun sekarang ada yang menilai bahwa Drama Gong itu Mati suri mudah-mudahan tidak mati sungguhan, SEMOGA.

Daftar Informan

 

  1. Nama                           : A. A Rai Kalam

Tempat tanggal lahir   : Klungkung,24 september 1939

Jenis Kelamin              : Laki-laki

Alamat                          : Puri Satria Kawan, Dusun Peninjoan, Desa Paksebali,kecamatan dawan ,Klungkung

 

 

Tinggalkan Balasan