sejarah gamelan di desa selat kabupaten buleleng

This post was written by aridarmayasa on April 9, 2018
Posted Under: Tak Berkategori

Gamelan Gong Kebyar di Desa Selat, Kecamatan   Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Dari data yang saya dapat dari Kelian Desa Adat Selat,Gamelan Gong Kebyar yang berada di Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng ini di perkirakan dulu di buat  pada tahun 1948 di Pande Desa Bungkulan oleh orang tua terdahulu yang berprofesi sebagai pande di Desa Bungkulan, karena melihat di banyak desa sudah ada barungan gamelan Gong Kebyar oleh karena itulah tergugah semangat panglingsir-panglingsir Desa Adat untuk memiliki sebuah gamelan Gong Kebyar dan akhirnya hal tersebut dapat di wujudkan dengan cara para krama desa adat, pengempon, dan tokoh-tokoh yang ada mengumpulkan sumbangkan sukarela ( punia) guna untuk membayar biaya yang di perlukan. Hingga uang tersebut terkumpul, akhirnya Desa Selat memiliki barungan gamelan Gong Kebyar.

 Pemilik Gamelan

Gamelan tersebut bisa ada berkat kerjasama dan bantuan dari tokoh-tokoh dan krama di desa, maka atas keputusan rapat dari kelian adat desa dan tokoh-tokoh di desa bahwa gamelan tersebut di miliki oleh Krama Desa Adat ( milik desa). Hingga dua hari kemudian di kumpulkanlah warga Desa Adat Selat di Wantilan Pura Desa guna untuk memilih pengurus gamelan tersebut dan siapa saja yang ingin ikut belajar megamel, dan menentukan setiap hari apa latihan.

Sehingga hari latihan hanya dua kali dalam satu minggu yaitu hari kamis dan hari minggu, akan tetapi di buatkanlah peraturan untuk sekaha dan gamelan tersebut untuk krama desa (waraga desa) yang ikut dalam sekaha gamelan Desa Adat ini harus tetap bisa hadir ngaturang ngayah kalau ada karya di desa entah itu di Pura Desa,Pura Bukit,Pura Dalem, dan karya pura yang lainnya yang ada di desa, dan bagi sekaha bila ada cuntaka dilarang ikut ngaturang ngayah kalau ada karya di Pura. Peraturan untuk Barungan Gamelan ini adalah gamelan ttersebut tidak di perbolehkan dibawa atau di pentaskan di luar acara Pura misalnya acara 3 bulanan, metatah, atau yang lainnya karena gamelan tersebut milik desa hanya di bolehkan di pentaskan di Pura saja bila ada piodalan di pura dan peraturan ini masih berlaku sampai sekarang.

 Aktivitas yang Dilakukan oleh Sekaha

Sekaha yang ada untuk saat ini di Desa Selat ada dua yaitu sekaha untuk tua-tua dan sekaha pemuda, aktivitas yang di lakukan sekaha tua-tua sudah mulai jarang melakukan latihan karena kesibukan masing-masing mengurus keluarga atau bekerja tetapi kalau menjelang ada piodalan di pura semua sekaha pasti datang latihan. Untuk sekaha pemuda sampai saat ini masih tetap jalan latihan, latihan biasanya di laksanakan hari selasa dan minggu jam latihan biasanya mulai dari jam 7 sampai jam 9 malam.Tempat latihan untuk sekaha tua maupun pemuda yaitu di Bale Pegongan di Pura Desa.

Di Desa Selat setiap Purnama ataupun Tilem selalu ada yang sembahyang ke Pura Desa maka dari itu sekaha pemuda setiap Purnama atau Tilem sering sembahyang dulu jam 6 sore selesai sembahyang langsung ngayah di Pura Desa ya hitung hitung sekalian latihan lah, bila ada karya di Desa entah itu di Pura Desa, Pura Dalem dan yang lainnya sekaha tua-tua dan pemuda tetap melakukan ngayah sampai karya tersebut selesai.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: