Sejarah Gong Kebyar di Desa Sidakarya

This post was written by ardipardita on Oktober 23, 2012
Posted Under: Tak Berkategori

SEJARAH GONG KEBYAR

DI DESA SIDAKARYA

            Karawitan adalah salah satu seni budaya yang ada di Pulau Bali ini. Karawitan atau sering disebut dengan gambelan sangat di sakralkan dan memiliki arti seni yang sangat tinggi.Dengan perpaduan suara dari gambelan dengan nada-nada yang estetis dan membuat para pendengar menjadi terkagum – kagum dan terkesima menyaksikan mendengar seni budaya ini.Gambelan ini juga memiliki sejarah tersendiri dalam pembentukan gambelan, antara lain

Seperti di Banjarkangin desa Sidakarya kota Denpasar,.Sejarahpembentukangambelan di Banjar Sekar Kangin di mulai dari tahun 1973.semua warga di Banjar Sekar Kangin pada saat itu. Dari hasil peparuman tersebut dapat di ambil keputusan mengumpulkan dana untuk membeli  gambelan dengan sistem peturunan dan donatur. Sehingga dapatmembeli 1 barung gamelan gong kebyar.

Sejak saat itu Banjar Sekar kangin desa Sidakarya sudah memiliki gambelan tepatnya tanggal 8september 1974 dan di bentuklah sekaa gambelan (sekaa gong)..memainkan gambelan ini kami laksanakan secara rutin agar tidak pakumnya kesenian menabuh di Banjar Sekar Kangin Desa Sidakarya Gambelan ini  selain digunakan untuk upacara di pura – pura juga dapat digunakan dalam acara – acara tertentu seperti : mengiringipementasantari – tarian, calonarang, tari lepas, tar itopeng dan  segala jenis pertunjukan senilainnya yang menyangkut karawitan.

Karena warisan budaya in inantinya akan diwariskan secara turun temurun. Itulah sejarah karawitan di  Banjar Sekar  Kangin Desa Sidakarya. Seni budaya di Bali sangat beraneka ragam dan sangat di sakralkan.Para generasi muda harus bisa menjaga dan melestarikan budaya ini agar tidak hilang ditelan jaman.

Gamelan adalah sebuah orkestra Bali yang terdiri dari bermacam-macam instrumen seperti : gong, kempur, reyong, terompong, ceng-ceng, kendang, suling, gangsa dan rebab yang mempunyai laras selendro dan pelog.
Dapat dipahami bahwa hidupnya seni karawitan Bali di tengah-tengah masyarakat telah luluh berefleksi dengan aktivitas kehidupan masyarakat sehari-hari dalam struktur masyarakat yang bervariasi baik dalam kegiatan keagamaan maupun adat/tradisi. Kenyataan ini nampak dengan jelas karena karawitan Bali muncul dalam nafasnya yang murni, memiliki identitas dan kekhasan yang masih didukung oleh sistem kehidupan masyarakat Bali.

Struktur Gong Kebyar
Gong Kebyar merupakan salah satu perangkat/barungangambelan Bali yang terdiri dari lima nada ( panca nada ) dengan laras pelog, tetapi tiap-tiap instrument terdiri sepuluh bilah.
Gong Kebyar bagi masyarakat Bali sudah tidak asing lagi, karena hampir seluruh desa maupun banjar yang ada di Bali memiliki satu perangkat/ barungan Gong Kebyar.
Oleh karenanya gong kebyar menjadi satu barungan gambelan tergolong baru jika dibandingkan dengan jenis-jenis gambelan yang ada saat ini seperti misalnya, gambelan Gambang, Gong Gde, Slonding, Semara Pegulingan dan masih banyak yang lainnya.

Barungan gong kebyarterdiridari :

  • Dua buah (tungguh) pengugal/giying
  • Empat buah (tungguh) pemade/gansa
  • Empat buah (tungguh) kantilan
  • Dua buah (tungguh) jublag
  • Dua buah (tungguh) Penyacah
  • Dua buah (tungguh) jegoggan
  • Satu buah (tungguh) reong/riyong
  • Satu buah (tungguh) terompong
  • Satu pasang gong lanang wadon
  • Satu buah kempur
  • Satu buahkemong gantung
  • Satu buah bebende
  • Satu buah kempli
  • Satu buah (pangkon) ceng-cengricik
  • Satu pasang kendang lanang wadon
  • Satu buah kajar

Fungsi Gong Kebyar
Sebagaimana kita ketahui lewat literatur dan rekaman telah tampak bahwa Gong Kebyar itu  telah berfungsi sebagai pembaharun dan pelanjut tradisi. Sebagai pembaharuan maksudnya adalah lewat gong kebyar para seniman kita telah berhasil menciptakan gending-geding baru yang lepas dari tradisi yang sudah ada.

Sedangkan sebagai pelanjut tradisi maksudnya adalah gong kebyar telah mampu mempertahankan  eksistensi reporter gambelan lainnya melalui transformasi dana adaptasi.
Seperti apa yang telah diuraikan di atas bahwa gong kebyar memiliki fungsi untuk mengiringi tari kekebyaran. Namun sesuai dengan perkembangannya bahwa gong kebyar memiliki fungsi yang sangat banyak.

Hal ini dikarenakan gong kebyar memiliki keunikan yang tersendiri, sehingga ia mampu berfungsi untuk mengiringi berbagai bentuk tarian maupun gending-gending lelambatan, palegongan maupun jenis gending yang lainnya.
Disamping itu Gong Kebyar juga bisa dipergunakan sebagai salah satu penunjang pelaksanaan upacara agama seperti misalnya mengiringi tari sakral, maupun jenis tarian wali dan balih-balihan.Karena gong kebyar memiliki multi fungsi maka gong kebyar menjadi sumber inspirasi karya baru. Dengan demikian Gong Kebyar telah berfungsi sebagai pembaharu dan pelanjut tradisi.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address