Guwa Wijaya
Merupakan senjata berupa panah sakti yang akan menjadi kematian dari Prabu Kumbakarna. Saat perang Ramayana, panah Guwa Wijaya dilesatkan oleh Prabu Rama demi melepaskan penderitaan Prabu Kumbarna yang saat itu dalam kondisi tanpa lengan dan tanpa kaki. Namun Prabu Kumbarna merasa bersyukur, ia telah tewas di medan perang demi membela tanah air, dan membalaskan dendam kedua anaknya.
Guwa Wijaya menjadi titik pijak untuk berfikir dan mengekspresikan sifat tajam, kuat, dan terfokus bagaikan anak panah yang kini kami yiangkan dalam sebuah komposisi tabuh Balaganjur yang memiliki ciri serupa.
Penata tabuh: I Wayan Arik Wirawan, S.Sn, M.Sn.
Penata gerak: Ngurah Krisna Murti, S.sn

Surat Cinta Untuk Starla “cover” Suling Bali dan Gitar Akustik

Salah satu karya kami dalam mengkolaborasikan media musik tradisional dan musik modern.

Halo dunia!

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!