Hari raya nyepi caka 1942

Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit(alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos(alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.

Hari raya nyepi caka 1941

Panca wali krama pura agung besakih

Karya Agung Panca Wali Krama akan digelar di Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem, pada 6 Maret 2019.

Serangkaian karya tersebut, umat Hindu di Bali dilarang melaksanakan upacara atiwa-tiwa atau ngaben mulai 20 Januari hingga 4 April 2019.

Upacara Panca Wali Krama berlangsung setiap 10 tahun sekali. Ini merupakan karya terbesar kedua setelah Eka Dasa Rudra yang berlangsung setiap 100 tahun sekali.

Puja Wali panca wali krama pura agung besakih