Sejarah Okokan Kerambitan

This post was written by agusputragunawan on Maret 28, 2018
Posted Under: Karya,Tulisan

Kesenian Okokan KerambitanTabanan

tradisi okokan desa kerambitan tabanan
tradisi okokan desa kerambitan tabanan
Selain terkenal dengan Pura-puranya seperti Pura Tamba Waras, Pura Pucak Bukit Rangda dan lainya bisa di lihat di label Tabanan, juga memiliki kesenian yang sudah sangat terkenal dan kuno pastinya, yaitu Kesenian Kokokan. Kesenian Okokan merupakan gamelan khas yang berasal dari Banjar Belong, Desa Baturiti Kerambitan,Tabanan. kata okokan berasal dari bunyi yang dikeluarkan oleh okokan itu “klok-klok-klok” sehingga disebut okokan.
Sejarah Okokan
Pada jamanya dulu ditemukan Okokan diberi nama Bandungan oleh penduduk desa. Okokan pada masa lalu itu adalah sebuah kegiatan yang sangat mistis dilakukan untuk mengusir wabah penyakit. Pada saat senja para penduduk berkeliling desa untuk mengusir roh-roh jahat yang menyebarkan wabah penyakit. Peduduk membawa berbagai macam kentongan dari bambu kemudian dipukul secara bertalu-talu yang melahikan bunyi-bunyian yang dipercaya bisa mengusir hawa negatif yang mengancam desa. Pada awalya Okokan ini merupakan alat musik yang digunakan pada hewan binatang ternak seperti sapi atau kerbau, biasanya dikalungkan dilehernya.
Okokan ini tidak dipasang pada binatang piaraan, tetapi dikalungkan langsung pada leher orang dan di ayun-ayunkan, kegiatan ini dilakukan untuk hiburan mengisi waktu luang saat menunggu musim panen para peduduk memainkan alat okokan ini sehigga mejadi alat musik sampai sekarag. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun dari para tetua atau para leluhur, maka alat musik ini sudah merupakan bagian dari kehidupan petani tradisional masyarakat Banjar Belong bermula dari wabah, okokan ini pun dimainkan untuk mengusir wabah, sesuia dengan kepercayaan bahwa wabah yang menyerang itu disebabkan oleh mahluk halus, maka harus diusir dengan membunyikan alat-alat yang bisa menghasilkan bunyi, maka digunakanlah okokan dengan dimainkan oleh beberapa orang untuk mengusir wabah.
tradisi okokan desa kerambitan tabanan
tradisi okokan desa kerambitan tabanan
Dimainkan oleh beberapa orang sambil berkeliling desa, Ritual ini disebut Ngerebeg, ngerebeg akan dilaksanakan setiap ada wabah yang melanda masyarakat seperti cacar, kolera dan sebaginya, maka tetua desa akan mengambil tindakan demi keselamatan warga dengan upacara pecaruan diiringi dengan gegerebegan, selain itu juga dilaksanakan sehabis melakukan upacara tawur kesanga dengan mengelilingi desa. Dan untuk menambah sakral ngerebeg, maka okokan ini diiringi dengan dua buah kendang, yang disebut kendang gede, dibuat kira-kira pada tahun 1917 selanjutnya masyarakat mempercayai bahwa kendang gede ini yang dipercaya warga Banjar Belong diyakini memiliki kekuatan magis. Okokan pada umumnya terbuat dari bahan kayu yang bagian dalamnya dilobangi yang hampir menyerupai kentongan tapi bentuknya lebih besar, dan didalamnya diisi pemukul yang disebut palit. Alat bunyi-bunyian ini umumnya dipasang pada binatang ternak seperti sapi atau kerbau, sebagai penghias atau tanda hewan tersebut, okokan ini akan mengeluarkan bunyi jika “klok-klok-klok” diayun-ayunkan.
( Sumber, http://colekpamor.blogspot.co.id/2016/03/kesenian-okokan-kerambitan-tabanan.html)

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: