Gerudug Langsat permainan ala masyarakat langsat

This post was written by agusjunaedi on April 29, 2019
Posted Under: Tak Berkategori

Gerudug Langsat merupakan permainan masyarakat yang berada di Banjar Langsat, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Permainan ini mengisahkan tentang sejarah bagi masyarakat setempat, mengapa? karena permainan ini mengisahkan tentang langkah pertama kerajaan Karangasem untuk menguasai kerajaan Nyalian (klungkung) sehingga kecamatan Rendang saat ini menjadi daerah Kabupaten Karangasem

Nama Gerudug Langsat diambil karena langkah pertama kerajaan sidemen ketika menapakkan kaki melewati perbatasan yaitu Tukad Telagadwaja (telagawaja) disisi barat kerajaan tersebut semua Magrudugan, dari sini mereka menyebar ke daerah kekuasaan baru mereka. Sehingga Gerudug Langsat adalah simbol pergolakan argumentasi dua kubu yang hanya bisa di selesaikan oleh aturan yang mengikat.

Permainan Gerudug Langsat ini di mainkan oleh dua orang yang di dalam tempat (kalangan) yang berisi tulisan “Bhakti, Bhukti, Langsat” yang berbentuk bulat dan di tulis menggunakan tepung beras

Dua orang yang di dalam kalangan mereka bertanding berpakaian adat madya dilengkapi dengan tangan yang memegang prisai/tameng yang dibuat dari ulatan bambu (ngiu)

Selama proses Gerudug Langsat ini bertanding akan diiringi suara gamelan berupa gamelan Batel, sehingga menambah ketegangan dan memacu adrenalin agar terus berlangsung bertarung. Pertarungan ini bisa diakhiri dengan salah satu peserta mengakui kekalahannya. Pertarungan ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa melainkan anak kecil, remaja, dewasa, orang tua pun bisa melakukannya.

Permainan ini dilakukan setiap enam bulan sekali, tepatnya pada hari buda kliwon dungulan ( Hari Raya Galungan). Di akhir pertempuran setelah semua peserta sudah melakukan permainan akan ada aturan yang akan mendamaikan mereka aturan itu berupa Barong Bangkal, Pementasan Barong Bangkal ini memberi tanda bahwa semua argumentasi / pertempuran bisa diselesaikan / tidak terjadi karena adanya aturan yang mengikat mereka. Pementasan Barong Bangkal ini juga merupakan awal dari hari ngelawang (mengelilingi desa) selama Hari Raya Galungan & Kuningan.

“Amat penting bagi kita mempunyai jati diri yang khas, penting pula kita memupuk semangat menggali dan membangun. Bhakti pada Tempat berpijak adalah dengan memberikan Bhukti pada Masyarakat (Langsat) dengan demikian “Bhakti Bhukti Langsat” adalah sebagai pedoman masyarakat setempat” ~Jero Mangku I Nengah Kariasa

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address