Sejarah Gamelan Kembang Kirang

Maret 7th, 2018
Sejarah gamelan kembang kirang

poto gamelan kembang kirang

Timbulnya Gamelan Kembang Kirang dimulai dari dibuatnya Gamelan Angklung Klentangan yang merupakan satu-satunya kesenian yang menjadi kebanggaan masyarakat di Banjar Tangkup, sampai sebelum tahun 1940 an.
Tidak dapat diketahui dengan pasti, kapan Gamelan Angklung Klentangan tersebut tumbuh, namun hanya dapat diungkapkan bahwa, Gamelan Angklung ini pernah menjadi kegemaran bagi warga Puri Agung di Gianyar. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa, setiap kali pihak Puri Agung Gianyar menyelenggarakan suatu upacara yadnya, maka sekaa angklung dari Banjar Tangkup tidak pernah luput untuk “ngaturang ngayah” guna memeriahkan suasana upacara tersebut.
Lebih lanjut informan I Wayan Wiri asal dari Banjar Tangkub mengatakan bahwa, pada tahun 1940 di Puri Agung Gianyar sedang diselenggarakan serangkaian upacara yadnya yang cukup besar. Pada kesempatan tersebut sekaa Angklung dari Tangkup turut pula memeriahkan upacara itu dengan kebolehannya membuat gamelan. Pada pelaksanaan upacara tersebut selain telah dimeriahkan oleh alunan suara Angklung Klentangan, turut pula ditabuh beberapa jenis barungan gamelan yang lain seperti Gong Gede, Gender Wayang, Gambang, serta gamelan Kembang Kirang dari desa Kamasan Klungkung.
Penampilan barungan Gambelan Kembang Kirang dari desa Kamasan Klungkung, adalah betul-betul sempat memukau peserta upacara tersebut. Demikian pula halnya dengan sekaa Angklung dari Banjar Tangkup, selain merasa kagum penampilan Gambelan Kembang Kirang, pada kesempatan itu pula mereka mulai memperbincangkan keinginan untuk dapat memiliki Barungan Gambelan Kembang Kirang. Dalam pikiran mereka membayangkan, betapa lebih mantapnya apabila dapat memainkan Angklung panca nada yang berbilang sepuluh itu.
Sistem laras
Selendro 5 nada

Periodisasi
Golongan gamelan ini golongan gamelan baru

Jenis jenis instrumenterdiri dari :
 Dua tungguh Gangsa Pengugal berbilah sepuluh.
 Empat tungguh Pemade berbilah sepuluh.
 Empat tungguh Kantil berbilah sepuluh.
 Dua tungguh Jublag berbilah lima.
 Dua tungguh Jegog berbilah lima.
 Satu tungguh Riong terdiri dari dua belas pencon.
 Satu pangkong Ceng-Ceng Ricik, dan dua bungkul Ceng-Ceng Kopyak.
 Dua buah Kendang Cedugan, dan dua buah Kendang Gupekan masing-masing lanang dan wadon.
 Sebuah kajar.
 Sebuah Gong gantung.
 Sebuah Kempur.
 Sebuah Kemong.
 Dua buah Suling ukuran menengah, dan sebuah Suling ukuran kecil.

Dalam gamelan Kembang Kirang terdapat lagu atau gending-gending yang dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
Lagu atau gending instrumental :
1. Tabuh Telu Gegupekan.
2. Tabuh Tambur.
3. Tabuh Telu Pepanggulan.
4. Gending Lelonggoran.
5. Tabuh Kembang Kuning.
Lagu atau gending iringan tari :
1. Tari Kembang Girang.
2. Tari Demang Panji.

 

Halo dunia!

Februari 28th, 2018

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!