Archive for the ‘Tulisan’ Category

Mengetahui tentang Embat Gamelan Jawa

Selasa, April 3rd, 2018

Embat Gamelan Jawa

Embat merupakan salah satu konsep musical didalam gamelan jawa. Konsep ini telah ada sejak gamelan itu sendiri ada. Keberadaan embat dapat dirasakan oleh setiap orang yang akrap dengan gamelan jawa baik secara fisik maupun karya karya musical yang dihasilkan oleh gamelan itu yang sering disebut dengan karya karawitan.

Didalam kita mendengarkan karya karawitan dari gamelan satu ke gamelan lainnya dapat dihargai adanya perbedaan rasa musical yang muncul dari setiap gamelan itu.Para empu mengatakan ada gamelan yang mempunyai rasa riang. Ada pula yang mempunyai rasa ruruh atau kalem. Perbedaan rasa perwatakan gamelan satu dengan lainnya konon disebabkan karena mereka mempunyai perbedaan Embat. Walaupun mereka berbeda watak dan rasa perbedaan pelarasan gamelan -gamelan itu dirasakan sebagai pelarasan yang penak(appropriate).

Munculnya rasa tertentu (Embat) dari sebuah gamelan bersumber pada pelarasannya yaitu proses fisik melaras tinggi rendah (pitch) setiap bilah atau pencon sebai sumber nada dari sebuah laras atau raras. Setiap laras mempunyai sejumlah nada tertentu dengan tinggi rendah (pitch) yang berurutan dari nada tinggi ke nada rendah atau sebaliknya dari rendah ke tinggi. Seberapa tinggi dan rendahnya nada secara internasional diukur dengan berapa kali getaran perdetik yang disingkat cps (cicles per second) dalam Bahasa inggris satuan ini juga disebut hertz untuk menghormati penemunya yaitu seorang ahli fisika jerman bernama Dr. Hertz . Istilah yang kedua itulah yang lebih populer digunakan. Istilah hertz disingkat dengan “Hz” jadi kita dapat mengatakan misalnya nada pertama 450 Hz, nada kedua 575 Hz,nada ketiga 658 Hz,dan sebagainya.

 

GAMELAN SPRANGKAT

Selasa, Maret 27th, 2018

Gamelan Sprangkat

Gamelan sprangkat adalah gamelan terlengkap dari kebudayaan jawa. Gamelan ini terdiri dari dua pangkon gamelan yaitu spangkon gamelan berlaras selendro dan spangkon lagi berlaras pelog yang rincikannya ditata berpasangan dalam satu kesatuan area atau tempat atau panggung. Pangkon slendro terdiri dari dari – ricikan yang bernada saja; rebab , gender barung ,gender penerus ,bonang barung ,bonang penerus ,slenthem, demung, saron barung, saron penerus, gambang ,siter, suling, kenong , kethuk kempyang , kempul ,dan gong. Dalam gamelan sprangkat terdapat dua buah rebab yaitu yang berlaras slendro dan berlaras pelog ,. Rebab slendro ditandai dengan warna kayunya yang disebut  rebab planthang yaitu dibagian ujung hitam atau gelap dan ditengah putih atau kuning gading atau warna terang lainnya ,dapat juga sebaliknya. Rebab pelog seluruh bagian warna kayunya sama, warna terang seluhnya , atau warna gelap seluruhnya ,  Rebab yang demikian disebut  rebab byur.

Teba nada yang dihasilkan semua ricikan didalam gamelan sprangkat meliputi enam gembyangan setyap gembyangan terdiri dari enam nada yaitu penungggal, gulu, dhadha, lima ,nem ,dan nada gembyangnan yaitu , penunggal alit atau sering disebut barang . Dalam gamelan sprangkat terdapat tiga rancakan gender barung. Pertama gender barung berlaras slendro di hadapan penabuh kedua pelog Bem disebelah kanan penabuh dan ketiga pelog barang disebelah kiri penabuh . Gender adalah ricikan depandalam hal memimpin lagu. Cara memainkannya menggunakan dua tabuh khusus  sehingga ada kemungkinan menabuh dua nada secara berbarengan bila yang di tabuh Bersama itu nada gulu dang ulu gembyang berikutnya , atau nada nem dan nem , dhadha gembyangannya.

Fungsi fungsi tungguhan gamelan gong kebyar

Senin, Maret 19th, 2018

Giying adalah tungguhan yang mempunyai fungsi memimpin lagu. Dalam barungan gong kebyar terdapat dua tungguh giying yaitu giying polos dan giying nyangsih. Giying polos yang memimpin lagu yang kebanyakan pukulannya jatuh pada ketukan . giying nyangsih mengikutinya .

Pemade ,tungguhan ini mempunyai garap berjalin sehingga sajian gending kebyar mempunyai tekstur yang sangat kaya. Konstruksi fisik dan tatanan nada mirip dengan giying.

Kanthil    ,tungguhan kantil juga merupakan tungguhan yang bertugas dibagian lagu tugasnya sama dengan pemade tetapi memberi warna lebih ceria karna pelarasannya satu angkep di atas nada nada pemade dengan demikian kanthil merupakan tungguhan pukul dengan nada tertinggi diantara tungguahan tungguhan pukul lainnya didalam barungan gong kebyar.

Jublag, tungguhan ini juga mempunyai sumber bunyi bilah yang sama dengan giying ,pemade dan kantil fungsinya dalam penyajian adalah sebai tulang punggung melodi .

Berbeda dengan giying ,pemade,dan kantil bertugas memberi variasi lagu melodi  .sedangkan jublak tidak perlu memberikan variasi.

Jegogan , tungguhan ini berfungsi memberi aksentuasi pada setiap akhir frasa ,kalimat lagu dan akhir gending ,hanya jegogan mempunyai ukuran yang lebih besar serta nada nadanya dilaras satu angkep.

Penyacah , tungguhan ini berfungsi sebagai bidang lagu seperti jublag tetapi lebih detail dari sekedar rangka melodi.

Riyong ,tungguhan ini berfungsi sebagai kerangka lagu tetapi juga sering difungsikan sebagai penghias lagu.

Trompong , fungsinya sebagai penyaji melodi utama biasanya untuk menyajikan gending gending lelambatan di dalam gamelan gong kebyar.

Kempluk , tungguhan ini juga sering disebut kajar bentuk bunyinya adalah pencon ,dan hanya pencon saja . tugasnya dalam sajian adalah sebagai penegak irama dan laya atau tempo.

Ceng ceng  ,dalam sajian gending gending kebyar ceng ceng mempunyai peran yang sangat penting yaitu mempertegas angsel yaitu pengaturan dinamika musikal lewat gabungan tenpo dan volume.

Gong , tugas utama adalah memberi tekanan pada akhir kalimat lagu dan akhir sajian.

YouTube Preview Image

Kalimat keterangan dan contohnya

Selasa, Maret 13th, 2018
Di  dalam  sebuah kalimat  keterangan  menjelaskan  bagaimana,  dimana  atau  kapan  peristiwa  yang  dinyatakan  dalam  kalimat tersebut.
Jadi keterangan adalah unsur kalimat yang berfungsi untuk menambahkan informasi atau menjelaskan maksud yang ada di kalimat.Unsur keterangan bukanlah unsur utama pembangun kalimat ,sehingga unsur kalimat bisa digunakan tetapi bisa juga tidak ditambahkan ,tergantung dalam kebutuhan kalimat itu sendiri.
Keterangan  didalam kalimat dapat berupa :
  • Keterangan tempat ( berfungsi untuk Menerangkan tempat sebuah kegiatan atau peristiwa)

contohnya :

seminar itu dilaksanakan di gedung cita klangen

 

  • Keterangan tujuan (untuk menerangkan tujuan atau aktivitas)

Contohnya :

Agus menjual ponsel untuk membayar hutang 

  • Keterangan cara (untuk memberikan keterangan cara pada suatu aktivitas atau kegiatan)

contohnya :

Dewa mengikuti  olimpiade matematika dengan penuh semangat

  • Keterangan waktu ( menunjukan keterangan waktu saat kegiatan atau peristiwa itu terjadi )

contohnya :

Deren membuat janji rapat dengan dosen minggu depan

  • Keterangan Alat (keterangan yang menjelaskan alat yang digunakan dalam suatu kegiatan atau aktivitas)

contohnya:

Ibu mencuci baju dengan mesin cuci 

  • Keterangan penyerta

contohnya :

Adik bermain ditemani kakaknya

  • Keterangan pelaku ( menyatakan informasi orang yang terlibat dalam sebuah kegiatan atau peristiwa)

contohnya:

Dea mendapat baju baru dari pamannya  

  • Keterangan kepastian ( menunjukan kepastian pada peristiwa yang terjadi atau akan terjadi)

contohnya :

Ardi tidak kuliah mungkin dia sakit

Sejarah Gamelan Kembang Kirang

Rabu, Maret 7th, 2018
Sejarah gamelan kembang kirang

poto gamelan kembang kirang

Timbulnya Gamelan Kembang Kirang dimulai dari dibuatnya Gamelan Angklung Klentangan yang merupakan satu-satunya kesenian yang menjadi kebanggaan masyarakat di Banjar Tangkup, sampai sebelum tahun 1940 an.
Tidak dapat diketahui dengan pasti, kapan Gamelan Angklung Klentangan tersebut tumbuh, namun hanya dapat diungkapkan bahwa, Gamelan Angklung ini pernah menjadi kegemaran bagi warga Puri Agung di Gianyar. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa, setiap kali pihak Puri Agung Gianyar menyelenggarakan suatu upacara yadnya, maka sekaa angklung dari Banjar Tangkup tidak pernah luput untuk “ngaturang ngayah” guna memeriahkan suasana upacara tersebut.
Lebih lanjut informan I Wayan Wiri asal dari Banjar Tangkub mengatakan bahwa, pada tahun 1940 di Puri Agung Gianyar sedang diselenggarakan serangkaian upacara yadnya yang cukup besar. Pada kesempatan tersebut sekaa Angklung dari Tangkup turut pula memeriahkan upacara itu dengan kebolehannya membuat gamelan. Pada pelaksanaan upacara tersebut selain telah dimeriahkan oleh alunan suara Angklung Klentangan, turut pula ditabuh beberapa jenis barungan gamelan yang lain seperti Gong Gede, Gender Wayang, Gambang, serta gamelan Kembang Kirang dari desa Kamasan Klungkung.
Penampilan barungan Gambelan Kembang Kirang dari desa Kamasan Klungkung, adalah betul-betul sempat memukau peserta upacara tersebut. Demikian pula halnya dengan sekaa Angklung dari Banjar Tangkup, selain merasa kagum penampilan Gambelan Kembang Kirang, pada kesempatan itu pula mereka mulai memperbincangkan keinginan untuk dapat memiliki Barungan Gambelan Kembang Kirang. Dalam pikiran mereka membayangkan, betapa lebih mantapnya apabila dapat memainkan Angklung panca nada yang berbilang sepuluh itu.
Sistem laras
Selendro 5 nada

Periodisasi
Golongan gamelan ini golongan gamelan baru

Jenis jenis instrumenterdiri dari :
 Dua tungguh Gangsa Pengugal berbilah sepuluh.
 Empat tungguh Pemade berbilah sepuluh.
 Empat tungguh Kantil berbilah sepuluh.
 Dua tungguh Jublag berbilah lima.
 Dua tungguh Jegog berbilah lima.
 Satu tungguh Riong terdiri dari dua belas pencon.
 Satu pangkong Ceng-Ceng Ricik, dan dua bungkul Ceng-Ceng Kopyak.
 Dua buah Kendang Cedugan, dan dua buah Kendang Gupekan masing-masing lanang dan wadon.
 Sebuah kajar.
 Sebuah Gong gantung.
 Sebuah Kempur.
 Sebuah Kemong.
 Dua buah Suling ukuran menengah, dan sebuah Suling ukuran kecil.

Dalam gamelan Kembang Kirang terdapat lagu atau gending-gending yang dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
Lagu atau gending instrumental :
1. Tabuh Telu Gegupekan.
2. Tabuh Tambur.
3. Tabuh Telu Pepanggulan.
4. Gending Lelonggoran.
5. Tabuh Kembang Kuning.
Lagu atau gending iringan tari :
1. Tari Kembang Girang.
2. Tari Demang Panji.