Archive for Maret, 2018

GAMELAN SPRANGKAT

Selasa, Maret 27th, 2018

Gamelan Sprangkat

Gamelan sprangkat adalah gamelan terlengkap dari kebudayaan jawa. Gamelan ini terdiri dari dua pangkon gamelan yaitu spangkon gamelan berlaras selendro dan spangkon lagi berlaras pelog yang rincikannya ditata berpasangan dalam satu kesatuan area atau tempat atau panggung. Pangkon slendro terdiri dari dari – ricikan yang bernada saja; rebab , gender barung ,gender penerus ,bonang barung ,bonang penerus ,slenthem, demung, saron barung, saron penerus, gambang ,siter, suling, kenong , kethuk kempyang , kempul ,dan gong. Dalam gamelan sprangkat terdapat dua buah rebab yaitu yang berlaras slendro dan berlaras pelog ,. Rebab slendro ditandai dengan warna kayunya yang disebut  rebab planthang yaitu dibagian ujung hitam atau gelap dan ditengah putih atau kuning gading atau warna terang lainnya ,dapat juga sebaliknya. Rebab pelog seluruh bagian warna kayunya sama, warna terang seluhnya , atau warna gelap seluruhnya ,  Rebab yang demikian disebut  rebab byur.

Teba nada yang dihasilkan semua ricikan didalam gamelan sprangkat meliputi enam gembyangan setyap gembyangan terdiri dari enam nada yaitu penungggal, gulu, dhadha, lima ,nem ,dan nada gembyangnan yaitu , penunggal alit atau sering disebut barang . Dalam gamelan sprangkat terdapat tiga rancakan gender barung. Pertama gender barung berlaras slendro di hadapan penabuh kedua pelog Bem disebelah kanan penabuh dan ketiga pelog barang disebelah kiri penabuh . Gender adalah ricikan depandalam hal memimpin lagu. Cara memainkannya menggunakan dua tabuh khusus  sehingga ada kemungkinan menabuh dua nada secara berbarengan bila yang di tabuh Bersama itu nada gulu dang ulu gembyang berikutnya , atau nada nem dan nem , dhadha gembyangannya.

Fungsi fungsi tungguhan gamelan gong kebyar

Senin, Maret 19th, 2018

Giying adalah tungguhan yang mempunyai fungsi memimpin lagu. Dalam barungan gong kebyar terdapat dua tungguh giying yaitu giying polos dan giying nyangsih. Giying polos yang memimpin lagu yang kebanyakan pukulannya jatuh pada ketukan . giying nyangsih mengikutinya .

Pemade ,tungguhan ini mempunyai garap berjalin sehingga sajian gending kebyar mempunyai tekstur yang sangat kaya. Konstruksi fisik dan tatanan nada mirip dengan giying.

Kanthil    ,tungguhan kantil juga merupakan tungguhan yang bertugas dibagian lagu tugasnya sama dengan pemade tetapi memberi warna lebih ceria karna pelarasannya satu angkep di atas nada nada pemade dengan demikian kanthil merupakan tungguhan pukul dengan nada tertinggi diantara tungguahan tungguhan pukul lainnya didalam barungan gong kebyar.

Jublag, tungguhan ini juga mempunyai sumber bunyi bilah yang sama dengan giying ,pemade dan kantil fungsinya dalam penyajian adalah sebai tulang punggung melodi .

Berbeda dengan giying ,pemade,dan kantil bertugas memberi variasi lagu melodi  .sedangkan jublak tidak perlu memberikan variasi.

Jegogan , tungguhan ini berfungsi memberi aksentuasi pada setiap akhir frasa ,kalimat lagu dan akhir gending ,hanya jegogan mempunyai ukuran yang lebih besar serta nada nadanya dilaras satu angkep.

Penyacah , tungguhan ini berfungsi sebagai bidang lagu seperti jublag tetapi lebih detail dari sekedar rangka melodi.

Riyong ,tungguhan ini berfungsi sebagai kerangka lagu tetapi juga sering difungsikan sebagai penghias lagu.

Trompong , fungsinya sebagai penyaji melodi utama biasanya untuk menyajikan gending gending lelambatan di dalam gamelan gong kebyar.

Kempluk , tungguhan ini juga sering disebut kajar bentuk bunyinya adalah pencon ,dan hanya pencon saja . tugasnya dalam sajian adalah sebagai penegak irama dan laya atau tempo.

Ceng ceng  ,dalam sajian gending gending kebyar ceng ceng mempunyai peran yang sangat penting yaitu mempertegas angsel yaitu pengaturan dinamika musikal lewat gabungan tenpo dan volume.

Gong , tugas utama adalah memberi tekanan pada akhir kalimat lagu dan akhir sajian.

YouTube Preview Image

Deskripsi Tabuh tari mutering jagat Pemuteran

Selasa, Maret 13th, 2018

                            Tabuh tari mutering jagat

Latar belakang karya

Pulau bali , sering mendapat julukan sebagai pulau kesenian ,pusat kesenian di indonesia.

Di pulau kecil ini terdapat berbagai jenis pertunjukan yang merupakan warisan budaya dari masa lampau dan hasil karya cipta seniman modern .pertunjukan bali yang hingga kini masih aktif meliputi berbagai jenis tarian,teater,/drama,wayang dan karawitan. Dari uraian di atas telah dijelaskan bahwa latar belakang terciptanya karya ini karena sudah terciptanya kesenian

 

Penjelasan  Karya

Awal mula terbentuknya tabuh tari mutering jagat ini , awal mula diciptakan tabuh tari mutering jagat ini diciptakan pada tahun 2013 untuk dilombakan dalam utsawa merdangga gong kebyar kabupaten buleleng sebagai duta kecamatan gerokgak yang dibawakan oleh sanggar jelung budaya desa pakraman pemuteran dengan penata atau composer I KETUT CATER S.SN.

Komposisi tabuh tari mutering jagat ini terinspirasi dari sebuah acara ritual yang sering dilakukan oleh warga masyarakat desa ,khususnya yang tinggal di desa pemuteran ,kecamatan gerokgak yang berasal dari desa seraya karangassem.  Acara ritual disebut mepeneman atau medewa ayu ,upacara ini dilakukan dimalam hari setelah upacara dewa yadnya atau manusa yadnya yang dilaksanakan di siang hari. Alunan gamelan mutering jagat melukiskan posisi geografis desa pemuteran yang nyegara gunung dikelilingi bukit disebelah selatan dan pantai sebelah utara dengan desiran angin dan deburan ombak pantai pemuteran yang sangat indah .

 konsep karya

Pembentukan sebuah karya ini  sudah barang tentu  didasari dengan sebuah konsep sebagai rancang bangun dari sebuah karya .  Konsep dalam hal ini  akan sangat membantu seorang komposer atau penata untuk membuat sebuah karya yang ingin   diangkat untuk dijadikan sebuah karya musik atau karya dalam bidang karawitan dan mempermudah dalam  mewujudkan  garapan .

Komposisi karya  tabuh tari mutering jagat ini konsepnya sudah ada sebelum pembuatan sebuah tabuh tari  dan komposer sebagai pengerawit mengikuti judul dan mengolah judul tersebut dengan membayangkan suasana yang ada di desa pemuteran tersebut karena sebelum menuangkan tabuh tari muetering jagat ini konsep sudah ada lebih dahulu lalu komposer mengubah  konsep tersebut menjadi Suasana yang indah.

 Bentuk Karya

Struktur  tabuh tari mutering jagat

  • Pengawit
  • Pepeson
  • Bapang
  • Pengawak
  • Pengecet
  • Pekaad

Bentuk karya tabuh tari mutering jagat  menceritakan pemungkah untuk mencari teransisi dan komposisi pengawit memakai kebyar dan ada suara vokal dan suling  yang diawali dengan nada ndung(7):

Dan,untuk pepesonnya ukuran melodinya 36 ketukan di ulang 5 kali, yang   pertama dan kedua suara rendah dan 3 4  keras dan langsung tiap empat  ketukan berisi aksennya seperti angsel,   notasinya :   (3). . 5 4 3 45.3 .1 7 3 1 7 5

Setelah itu ada jejagulan untuk gerak gerak tarinya yang menggerakan bentuk silat sesudah jejagulan ada bapang ,notasinya :  //  3 7 1 5 7 3 4 3 1 // bapang.

Lalu ke pengawak bentuk pengawak menggambarkan daerah lingkungan pemuteran yang indah , deburan pantai dan bukit bukit berjajar dari ujung timur sampai ujung barat desa pemuteran  .

Karena bentuk gamelan ini mengambil tari yang sudah ada seperti Medewa ayu dan disana bentuk dasar konsepnya menurut komposer ,dan selanjutnya ke pengecet yang menggambarkan lingkungan muda mudi.

Dan dilanjutkan ke transisi kidung yang menerangkan sebelum upacara dimulai itu ada sebuah kidung yang membuat suasana menjadi angker dan seseorang akan terseret ke dalam pikiran yang menghayati kidung tersebut yang menjadikan seseorang itu menjadi kesurupan, dan menjadikan seseorang itu menari bawa keris atau yang disebut ngunying dalam bahasa bali,   notasinya :melodi  kekidungan:      ( 3 )//  4 5 7 3 4 5 7 3 4 5 7 1  7 1 3 . .(3)

dan yang terakhir pekaad / ending tari  menggambarkan suasana orang orang yang sedang melakukan tarian ngunying membawa keris :        ( 7) . 1 . 3 5353535.(7) 5x   1 . 7 . 5 . (4)

Dari situlah medewa ayu itu ditata dalam bentuk  sebuah tari  yang dinamakan TABUH TARI MUTERING JAGAT.

 

Hasil analisa

     Dari hasil analisa komposer membuat komposisi tabuh tari ini dimulai dengan nada ndung (7) dari nada ndung ini mencerminkan ke agungan tabuh tari ini jadi menurut komposer nada ndung ini cocok dan sangat bagus untuk  digunakan dimulainya tabuh mutering jagat ini .  nada ndung ini membawakan suasana mengejutkan dan membawakan kebyar di  pengawit  ini menjadi lebih religius .Tabuh tari ini dibuat pada tahun 2013, menurut komposer dia membuat gending ini trinspirasi dari pemandangan pemandangan bukit bukit yang ada di desa pemuteran, bliau juga mengatakan gending ini ada unsur religius atau keagamaan ,unsur keagamaan pencipta karya, karena dengan dilandasi unsur keagamaan ,maka ketakwaan kita terhadap tuhan yang maha esa akan bertambah menurutnya. Dan menurut komposer juga aktualisasi sangat penting dan sangat menentukan penciptaan karya seni karena dengan aktualisasi diri si pembuat karya akan memperlihatkan jatidirinya melalaui jati dirinya yang di buat.

 

Manfaat dari tabuh tari mutering jagat  ini  untuk di pertontonkan ke warga atau masyarakat desa pemuteran, agar apa yang dilakukan selama melakukan acara medewa ayu itu sudah di bentuk atau ditata dijadikan tabuh dan tari mutering  jagat dan supaya menjadikan tabuh dan tari ini sakral, tidak itu juga tabuh tari ini  untuk  dijadikan sebagai maskot  di desa pemuteran.

 Tujuan membuat  tabuh tari mutering jagat untuk mengesankan kepada masyarakat pemuteran untuk tidak meninggalkan seni yang ada di desa pemuteran supaya jangan tidak pernah tidak peduli kepada peninggalan nenek moyang kita . Kita sebagai umat hindu supaya tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada di desa pemuteran.

Tujuan ini juga dapat membanggakan warga masyarakat pemuteran karena  kemunculan tabuh tari mutering jagat ini sudah dijadikan maskot di desa pemuteran .

 

 

 

Kalimat keterangan dan contohnya

Selasa, Maret 13th, 2018
Di  dalam  sebuah kalimat  keterangan  menjelaskan  bagaimana,  dimana  atau  kapan  peristiwa  yang  dinyatakan  dalam  kalimat tersebut.
Jadi keterangan adalah unsur kalimat yang berfungsi untuk menambahkan informasi atau menjelaskan maksud yang ada di kalimat.Unsur keterangan bukanlah unsur utama pembangun kalimat ,sehingga unsur kalimat bisa digunakan tetapi bisa juga tidak ditambahkan ,tergantung dalam kebutuhan kalimat itu sendiri.
Keterangan  didalam kalimat dapat berupa :
  • Keterangan tempat ( berfungsi untuk Menerangkan tempat sebuah kegiatan atau peristiwa)

contohnya :

seminar itu dilaksanakan di gedung cita klangen

 

  • Keterangan tujuan (untuk menerangkan tujuan atau aktivitas)

Contohnya :

Agus menjual ponsel untuk membayar hutang 

  • Keterangan cara (untuk memberikan keterangan cara pada suatu aktivitas atau kegiatan)

contohnya :

Dewa mengikuti  olimpiade matematika dengan penuh semangat

  • Keterangan waktu ( menunjukan keterangan waktu saat kegiatan atau peristiwa itu terjadi )

contohnya :

Deren membuat janji rapat dengan dosen minggu depan

  • Keterangan Alat (keterangan yang menjelaskan alat yang digunakan dalam suatu kegiatan atau aktivitas)

contohnya:

Ibu mencuci baju dengan mesin cuci 

  • Keterangan penyerta

contohnya :

Adik bermain ditemani kakaknya

  • Keterangan pelaku ( menyatakan informasi orang yang terlibat dalam sebuah kegiatan atau peristiwa)

contohnya:

Dea mendapat baju baru dari pamannya  

  • Keterangan kepastian ( menunjukan kepastian pada peristiwa yang terjadi atau akan terjadi)

contohnya :

Ardi tidak kuliah mungkin dia sakit

Sejarah Gamelan Kembang Kirang

Rabu, Maret 7th, 2018
Sejarah gamelan kembang kirang

poto gamelan kembang kirang

Timbulnya Gamelan Kembang Kirang dimulai dari dibuatnya Gamelan Angklung Klentangan yang merupakan satu-satunya kesenian yang menjadi kebanggaan masyarakat di Banjar Tangkup, sampai sebelum tahun 1940 an.
Tidak dapat diketahui dengan pasti, kapan Gamelan Angklung Klentangan tersebut tumbuh, namun hanya dapat diungkapkan bahwa, Gamelan Angklung ini pernah menjadi kegemaran bagi warga Puri Agung di Gianyar. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa, setiap kali pihak Puri Agung Gianyar menyelenggarakan suatu upacara yadnya, maka sekaa angklung dari Banjar Tangkup tidak pernah luput untuk “ngaturang ngayah” guna memeriahkan suasana upacara tersebut.
Lebih lanjut informan I Wayan Wiri asal dari Banjar Tangkub mengatakan bahwa, pada tahun 1940 di Puri Agung Gianyar sedang diselenggarakan serangkaian upacara yadnya yang cukup besar. Pada kesempatan tersebut sekaa Angklung dari Tangkup turut pula memeriahkan upacara itu dengan kebolehannya membuat gamelan. Pada pelaksanaan upacara tersebut selain telah dimeriahkan oleh alunan suara Angklung Klentangan, turut pula ditabuh beberapa jenis barungan gamelan yang lain seperti Gong Gede, Gender Wayang, Gambang, serta gamelan Kembang Kirang dari desa Kamasan Klungkung.
Penampilan barungan Gambelan Kembang Kirang dari desa Kamasan Klungkung, adalah betul-betul sempat memukau peserta upacara tersebut. Demikian pula halnya dengan sekaa Angklung dari Banjar Tangkup, selain merasa kagum penampilan Gambelan Kembang Kirang, pada kesempatan itu pula mereka mulai memperbincangkan keinginan untuk dapat memiliki Barungan Gambelan Kembang Kirang. Dalam pikiran mereka membayangkan, betapa lebih mantapnya apabila dapat memainkan Angklung panca nada yang berbilang sepuluh itu.
Sistem laras
Selendro 5 nada

Periodisasi
Golongan gamelan ini golongan gamelan baru

Jenis jenis instrumenterdiri dari :
 Dua tungguh Gangsa Pengugal berbilah sepuluh.
 Empat tungguh Pemade berbilah sepuluh.
 Empat tungguh Kantil berbilah sepuluh.
 Dua tungguh Jublag berbilah lima.
 Dua tungguh Jegog berbilah lima.
 Satu tungguh Riong terdiri dari dua belas pencon.
 Satu pangkong Ceng-Ceng Ricik, dan dua bungkul Ceng-Ceng Kopyak.
 Dua buah Kendang Cedugan, dan dua buah Kendang Gupekan masing-masing lanang dan wadon.
 Sebuah kajar.
 Sebuah Gong gantung.
 Sebuah Kempur.
 Sebuah Kemong.
 Dua buah Suling ukuran menengah, dan sebuah Suling ukuran kecil.

Dalam gamelan Kembang Kirang terdapat lagu atau gending-gending yang dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
Lagu atau gending instrumental :
1. Tabuh Telu Gegupekan.
2. Tabuh Tambur.
3. Tabuh Telu Pepanggulan.
4. Gending Lelonggoran.
5. Tabuh Kembang Kuning.
Lagu atau gending iringan tari :
1. Tari Kembang Girang.
2. Tari Demang Panji.