Tulisan

agusandika on April 23rd, 2018

Gong Kebyar adalah barungan gamelan Bali sebagai perkembangan terakhir dari Gong Gede, memakai laras pelog lima nada, yaitu : nding, ndong, ndeng, ndung, ndang. Yang awal mulanya tidak mempergunakan instrumen terompong. Selanjutnya Gong Kebyar dapat diartikan suatu barungan gamelan gong yang didalam permainannya sangat mengutamakan kekompakan suara, dinamika, melodi dan tempo. Ketrampilan mengolah melodi dengan […]

Continue reading about Sejarah Gong Kebyar di Banjar Cekik

agusandika on April 19th, 2018

KOMPOSISI GENDING PALEGONGAN Pada umumnya orang Bali telah mengetahui atau telah mengenal apa yang dimaksud dengan istilah ”Legong”. Terkenalnya istilah legong ini kemungkinan besar disebabkan oleh pengaruh lingkungan atau langsung dapat menyaksikan pertunjukannya. Tetapi sebenarnya kata “Legong” ini berasal dari kata “leg” kemudian mendapat kata tambahan “Gong” sehingga menjadi “Legong”. Leg itu berarti lemes, lemuh […]

Continue reading about KOMPOSISI GENDING PALEGONGAN

agusandika on April 19th, 2018

Ogoh-Ogoh dan Hari Raya Nyepi Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap), yang jatuh pada pinanggal pisan, Sasih Kedasa (tanggal 1, bulan ke-10). Hari Raya Nyepi sebenarnya perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Caka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak […]

Continue reading about Ogoh-Ogoh dan Hari Raya Nyepi

agusandika on April 5th, 2018

Pura Pancering jagat, merupakan salah satu pura yang terdapat di Desa Trunyan, Kabupaten Bangli.  Bila anda mengunjungi puran ini, akan terdapat sebuah patung dengan ukuran yang besar dan cukup tinggi yang bernama Bhatara Datonta atau Bhatara Ratu Pancering Jagat. Patung Bhatara Datonta ini merupakan salah satu peninggalan pada jaman batu besar. Patung ini menggambarkan ekspresi […]

Continue reading about BARONG BRUTUK DESA TRUNYAN

agusandika on April 3rd, 2018

Tari ini mengisahkan rangkaian peristiwa yang terjadi pada zaman pemerintahan Prabu Erlangga di Kahuripan (Jawa Timur) pada abad IX. Ia menceritakan perbuatan si janda sakti dan guru ilmu hitam dari Dirah bernama Calonarang yang menyerang kerajaan Daha yang menyebakan jatuhnya banyak korban jiwa manusia tak berdosa. Untuk menghentikan perbuatan janda berputrikan Ratna Mangali ini, Prabu […]

Continue reading about TARI CALONARANG