MELALI SAMBIL MELAJAH

MELALI SAMBIL MELAJAH

(Program Studi Kriya Seni FSRD ISI Denpasa

       Munculnya ide ini dan telah dilaksanakan  sejak 4 tahun yang lalu, yaitu: “Melali Sambil Melajah” dari Program Studi Kriya Seni ISI Denpasar, khusus untuk  mahasiswa baru, yang sudah memilih program studi kriya seni, sebagai jenjang untuk melanjutkan studinya untuk memperoleh gelar sarjana S1.

    Kriya seni melakukan hal ini, yang bertujuan untuk memberikan wawasan kekeriyaan yang berkembang di masyarakat. Kriya secara umum adalah produksi yang dihasilkan oleh seniman, bertujuan, untuk menghiasan benda pakai yang sering dipergunakan oleh manusia, seperti peralatan rumah tangga, perkantoran, dan barang seni kerajinan. Ketua Program Studi Kriya seni, Bapak DR. Drs. I Wayan Suardana.M.Sn, mengatakan bahwa: Program melali sambil melajah ini, selalu dilakukan setiap tahun, yang bertujuan supaya mahasiswa yang memilih jurusan kriya seni, lebih mengenal produk-produk kriya, Jadi apa itu kriya, mahasiswa lebih mendalaminya, dan diharapkan mahasiswa mampu merancang desain, untuk pengembangan kriya kedepadan. Objek yang akan dikunjungi dalam kesempatan kali ini adalah sebagai berikut:

  1. Kunjungan Museum Seraya Bali Style.

       Museum seraya Bali style yang terletak di daerah kawasan pariwisata di Batubulan, sekitar 20menit, menuju arah timur dari kota Denpasar. Museum ini memajang berbagai macam ornament, yang diterapkan pada peralatan bangunan rumah, juga melakukan produksi pesanan, sehingga kunjungan ini terasa komplit, disuguhkan penggunaan bahan dan peralatan, proses produksi dan pemajangan hasil karya yang diproduksi oleh museum seraya Bali style, sehingga mahasiswa bisa melihat dari awal produksi sampai produksi karya jadi dan siap dipasarkan.

       Museum Seraya Bali style, menurut Ketut pradnya sebagai pendiri museum ini, yang bekerja sebagai dosen di sastra UNUD, mengatakan bahwa : munculnya ide untuk membuat sebuah museum, bertujuan untuk melestarikan ornament Bali yang diterapkan pada bangunan Bali, yang berkembang saat itu di Bali, sekitar tahun 80an. Seniman pada waktu itu, banyak hasil karyanya dijual secara bebas, sampai-sampai seniman itu tidak ada karya yang disimpan, semua dijual untuk memuaskan konsumen. Bapak Ketut Pradnya tergugah hatinya, untuk segera menyelamatkan karya-karya seniman Bali, dengan cara membeli karya terbaik dari seniman tersebut. Pak Pradnya secara tulus iklas berburu karya-karya seniman, dari seluruh daerah Bali, yang menghasilkan karya yang berhubungan dengan bangunan style Bali. Pak Ketut Pradnya sampai sekarang masih berburu karya-karya seniman Bali, dan ada keinginan untuk membuat museum yang lebih besar untuk pelestarian ornament Bali, yang diterapkan pada bangunan Bali. Di bawah ini gambar seuasana kunjungan di museum seraya Bali style.

Gambar ini menceritakan tentang suasana kunjungan pada museum Seraya Bali Style di Batu Bulan.

Gambar ini menceritakan tentang suasana kunjungan pada museum Seraya Bali Style di Batu Bulan.

  1. Kunjungan BTIKK (Balai Teknologi Industri Kreatif Keramik)

    BTIKK adalah sebuah badan pemerintah daerah, yang bertugas mengembangkan teknologi keramik, dan melakukan penelitan tentang keramik, juga sebagai tempat pelatihan dan menghasilkan tenaga SDM untuk mengembangkan keramik, khususnya di Bali

       BTIKK kaitannya dengan mahasiswa PS Kriya Seni ISI Denpasar adalah saling mengisi, dimana proses menjadi seorang wira usaha, setelah mahasiswa menyelesaikan S1, perlu belajar dari BTIKK, supaya mahasiswa siap untuk terjun sebagai wira usaha yang handal. Mahasiswa dalam pembelajaran di kampus, akan selalu diarahkan untuk belajar lebih banyak lagi di BTIKK, baik secara pengolahan tanah, proses mendisain, proses berkarya, proses membuat cetakan keramik, yang paling penting finishing yaitu melakukan pembakaran, glasir keramik dan menejemen cara wira usaha. Penandatanganan kesepatakan kerja sama antara BTIKK dengan ISI Denpasar, memberi peluang secara besar kepada mahasiswa untuk selalu bekerja sama, untuk kemajuan studinya, melalui kerja praktek. Di bawah ini gambar seuasana kunjungan di  BTIKK.

Gambar ini menceritakan tentang suasana kunjungan di BTIKK di Suwung Kauh.

Gambar ini menceritakan tentang suasana kunjungan di BTIKK di Suwung Kauh.

  1. Kunjungan ke Tempat Suci di Nusa Dua.

       Mahasiswa kriya seni ISI Denpasar, perlu diajarkan tentang toleransi beragama, dimana mahasiswa Kriya seni ISI Denpasar, merupakan kumpulan dari beberapa agama dan beberapa daerah yang berbeda yang ada di Indonesia. Mahasiswa kriya seni tidak saja berasal dari Bali, juga berasal dari berbagai daerah diluar Bali. Mahasiswa Kriya di ajak ketempat ini, dimana lokasi ini, dalam satu komplek terdiri dari 5 tempat ibadah yang diakui pemerintah ( Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha). Mahasiswa melihat hal ini, supaya bisa secara rukun, bekerja sama dalam satu tim, walau perbedaan agama, tapi tetap menjungjung persatuan dan kesatuan di Indonesia. Di bawah ini gambar seuasana kunjungan di rumah ibadah dalam satu komplek.

Gambar ini menceritakan tentang suasana kunjungan ke tempat suci 5 agama bangunan suci dalam satu komplek, symbol kerukunan umat beragama dalam satu tempat.

Gambar ini menceritakan tentang suasana kunjungan ke tempat suci 5 agama bangunan suci dalam satu komplek, symbol kerukunan umat beragama dalam satu tempat.

  1. Kunjungan Museum Pasifika

         Mahasiswa diajak untuk melihat, hasil karya seni yang dimiliki oleh museum pasifika Nusa Dua, dimana sesuai pengarahan oleh instruktur dari museum pasifika, Ibu Luky, memgatakan bahwa museum ini berdiri berdasarkan, atas hasil karya seni yang ada di Asia Pasifik, yang menghasilkan karya di daerah Bali, pada saat perang kemerdekaan dan setelah kemerdekaan. Koleksi karya museum pasifika ini dilakukan untuk mengenang, karya-karya seniman besar yang pernah tinggal dan menetap di Bali, dan menghasilkan karya di Bali. Seniman Asia Pasifik, selain itu juga memajang hasil karya yang berada didaerah masing-masing, dimana seniman itu tinggal, juga disumbangkan pada museum pasifika. Mahasiswa Kriya seni diharapakan, untuk lebih mengenal lagi karya-karya seniman besar Asia Pasifik yang pernah tinggal di Bali, sehingga menambah wawasan apresiasi dalam berkara kriya seni, khususnya di Bali. Dibawah ini gambar seuasana kunjungan di museum Pasifika.

Gambar ini menceritakan tentang suasana kunjungan di museum fisika di komplek hotel Nusa Dua.

Gambar ini menceritakan tentang suasana kunjungan di museum fisika di komplek hotel Nusa Dua.

      4 lokasi kunjungan ini diharapkan, Mahasiswa dalam kesempatan ini, bisa menambah wawasan apresiasi, pengalaman dalam belajar melakukan penelitian mandiri, sebagai calon anak akademik yang kreatif dan inovatif dalam menghasilkan karya kriya seni. Mahasiswa kriya seni diharapakan mampu mengembangkan karya-karya yang mempunyai nilai local gineus yang adi hulung, juga mampu sebagai seniman yang menjungjung tinggi tri dharma perguruan tinggi yaitu sebagai pusat unggulan dalam berkarya seni. Mahasiswa juga mampu belajar memenejemen  usahanya, dapat bersaing dikancah dunia internasional. Kunjungan ketempat-tempat sentral industry atau museum, diharapkan mahasiswa mampu dan kuat dalam persaingan relovusi industry yang sangat ketat. By @ I gusti ngurah agung jaya ck.7mei2018.

 

Ornamen Banjar Lambing dan Ornamen Pura Puseh Desa Dalem Abian semal

  • Juni 4, 2014 at 10:53 am in

 

 

Banjar Lambing Mambal dan Pura Puseh, Desa dan Dalem Abiansemal

Ornamen yang diterapkan pada ukiran bangunan ini adalah keketusan, pepatran dan kekarang. Dilihat dari bentuk ornamennya dibuat kira-kira tahun 1945. Dimana karakter dan makna yang ditampilkan penuh keagungan dan kekuatan magis, sehingga setiap bentuk ornamennya mempunyai jiwa. Untuk lebih jelas dibawah ini ditampilkan beberapa contoh ornamenya, mudah-mudahan berguna bagi siswa, mahasiswa dan masyarakat yang berminat belajar ornamen  Bali.

P25-09-13_17-05 P25-09-13_17-06 P25-09-13_17-07 P25-09-13_17-07[1] P25-09-13_17-08 P25-09-13_17-08[1] P25-09-13_17-09 P25-09-13_17-24 P25-09-13_17-25 P25-09-13_17-25[1] P25-09-13_17-26 P25-09-13_17-26[1] P25-09-13_17-27 P25-09-13_17-27[1] P25-09-13_17-28 P25-09-13_17-30 P25-09-13_17-30[1] P25-09-13_17-31 P25-09-13_17-31[1] P25-09-13_17-31[2] P25-09-13_17-32 P25-09-13_17-32[1] P25-09-13_17-33

Relief Pura Banjar Busana Sibang Gede

  • Juni 4, 2014 at 10:25 am in

RELIEF DI PURA BANJAR BUSANA SIBANG GEDE

24 september 2013

Ornamen yang dipahatkan pada bangunan Pura dan Bale Kulkul adalah ornamen keketusan, kekarangan, pepatran dan relief bercerita. Hal ini merupakan sebagai simbol dari alam semesta, dengan masing-masing karakter yang berbeda. Ornamennya sangat luwes dan dinamis, tapi mengandung makna keagungan. Hal ini disebabkan oleh karakter seniman yang memahatnya. Setiap seniman pasti berbeda-beda karakternya. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat contoh dibawah ini, mudah-mudahan berguna bagi siswa, mahasiswa dan masyararakat yang belajar ornamen Bali.

P24-09-13_17-12 P24-09-13_17-12[1] P24-09-13_17-12[2] P24-09-13_17-13 P24-09-13_17-13[1] P24-09-13_17-13[2] P24-09-13_17-14 P24-09-13_17-15 P24-09-13_17-15[1] P24-09-13_17-16 P24-09-13_17-16[1] P24-09-13_17-16[2] P24-09-13_17-17 P24-09-13_17-17[1] P24-09-13_17-17[2] P24-09-13_17-18 P24-09-13_17-18[1] P24-09-13_17-18[2] P24-09-13_17-19 P24-09-13_17-19[1] P24-09-13_17-19[2] P24-09-13_17-20 P24-09-13_17-20[1] P24-09-13_17-20[2] P24-09-13_17-22 P24-09-13_17-22[1] P24-09-13_17-23 P24-09-13_17-23[1] P24-09-13_17-23[2] P24-09-13_17-24 P24-09-13_17-24[1] P24-09-13_17-25 P24-09-13_17-25[1] P24-09-13_17-27 P24-09-13_17-27[2] P24-09-13_17-27[1]

SENIMAN I GUSTI BAGUS SUARSANA

SENIMAN I GUSTI BAGUS SUARSANA.,BA

(TOKOH SENIMAN KERAWITAN GONG KEBYAR DAN PELUKIS WAYANG GAYA SINGARAJA BULELENG)

Oleh :  I Gusti Ngurah Agung Jaya CK, SSN. M.Si. NIP.196880516 199802 1

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN   PS KRIYA SENI

INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR  2012

Menggambar wayang merupakan ide kreatif dari masing-masing seniman/yang suka menggambar wayang Bali. Hal ini dapat kita jumpai berbagai macam gaya yang ditampilkan dalam menciptakan gambar wayang Bali. Jika kita perhatikan masing-masing seniman dalam menuangkan idenya dengan model yang sama, namun tetap hasilnya berbeda dari masing-masing senimannya. Hal ini disebabkan oleh setiap seniman mempunyai karakter, goresan, cara pandang dan kenyamanan dalam menciptakan sebuah karya seni. Untuk itu dalam kesempatan ini akan ditampilkan salah satu seniman yang mempunyai karakter wayang yang mendekati tatah wayang kulit Bali, namanya I Gusti Bagus Suarsana, yang mana beliau berlatar belakang seorang seniman karawitan gong kebyar dari Buleleng/Singaraja. Pada kesempatan ini akan ditampilkan beberapa hasil karya beliau dengan bentuk seketsa dan gambar wayang yang telah diwarna. Hal ini bertujuan supaya bagi yang ingin belajar menggambar wayang Bali. Bisa sebagai inspirasi dalam menuangkan ide-ide kreatif dalam berkarya seni.

bandicam 2013-11-01 22-56-36-266

P20-02-12_20-26P20-02-12_20-21

P20-02-12_20-25[1]P20-02-12_20-21[1]

P20-02-12_20-26[2]P20-02-12_20-22

P20-02-12_20-27[1]P20-02-12_20-22[1]

P20-02-12_20-25P20-02-12_20-22[2]

P20-02-12_20-27P20-02-12_20-23P20-02-12_20-22[3]

P20-02-12_20-25[2]P20-02-12_20-23[1]

P20-02-12_20-26[1]P20-02-12_20-24

Seniman Gung Wayan Tjidera (1936-2007)

 

Seniman Gung Wayan Tjidera

(Tokoh Seniman Lukis wayang Gaya Kerambitan Tabanan)

Oleh :  I Gusti Ngurah Agung Jaya CK, SSN. M.Si. NIP.196880516 199802 1 001

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN PS KRIYA SENI

INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR  2013

Nama : Drs. Gung Wayan Tjidera., M.Si.  tempat lahir Penarukan, Kec Kerambitan, Kab Tabanan. Prop Bali. Tgl 6 Oktober 1936.  Beliau adalah seorang seniman yang mengabdi pada seni rupa khususnya seni lukis wayang modern. Hal ini dapat dilihat dari pengalaman beliau untuk selalu berkarya. Pada masa hidupnya pak gung tjidera banyak menghasilkan karya seni lukis wayang yang mengarah pada proses modern. Karya lukisan pak Gung Tjidera banyak  dipajang di museum dan gallery yang ada di Bali. Pada kesempatan ini, karya- karya Bapak Gung Wayan Tjidera akan ditampilkan dalam belajar menggambar wayang. Mudah-mudahanbagi mahasiswa yang menempuh belajar menggambar wayang I, dapat inspirsi untuk belajar menggambar wayang sesuai dengan karakter masing-masing. Beberapa hasil karya Bapak Gung Wayan Tjidera.

 

bandicam 2013-11-01 09-24-32-959                        

1.Foto seniman Drs Gung Wayang Tjidera. M.Si.

bandicam 2013-11-01 09-24-43-123 

2.  Lukisan wayang  Gung Tjidera tahun 1974,  tentang kesetiaan binatang pada  majikannya (Seorang Resi yang dipenjara)

bandicam 2013-11-01 09-24-50-723 

3. Tokoh Rama dan Laksamana karya tahun 2001.

bandicam 2013-11-01 09-24-57-288 

4. Tokoh Dewa, karya  tahun 2001.

bandicam 2013-11-01 09-25-01-544 

5.  Hanoman duta, karya  tahun 2001.

bandicam 2013-11-01 09-25-06-931 

6.  Pandawa keracunan ditelaga dan diselamatkan oleh Dewa Bayu karya tahun 2004.

bandicam 2013-11-01 09-25-12-407 

7.  Rama dan Laksamana lagi berteduh dikawal Sugriwa, karya tahun 2004.

bandicam 2013-11-01 09-25-17-563 

8.  Rama dan Hanoman membuat jembatan sitibande, karya tahun 2004.

bandicam 2013-11-01 09-25-23-074

9. Rama dan Laksamana, karya tahun 2004.

bandicam 2013-11-01 09-25-27-411

10. Drupadi dipermalukan di persidangan Astinapura, karya tahun 2004.

bandicam 2013-11-01 09-25-32-169

11. Sayembara Dewi Drupadi, karya  tahun 2004.

bandicam 2013-11-01 09-25-36-639

12. Krisna menampilkan wujud Aslinya, karya  tahun 2004.

bandicam 2013-11-01 09-25-40-488

13. Krisna, Duryodana dan Arjuna, karya tahun 2004.

bandicam 2013-11-01 09-25-44-478

14. Jatayu duta, karya tahun 2004.

bandicam 2013-11-01 09-25-48-693

15. Kidang Mas Buat Dewi Sitha, karya tahun 2004.

bandicam 2013-11-01 09-25-52-897

16. Begawatgitha, karya tahun 1995.

bandicam 2013-11-01 09-25-56-526

17. kelahiran Pandawa, karya tahun 2004.

bandicam 2013-11-01 09-26-00-533

18. Berata menyembah sandal sebagai simbol Rama bersamanya, karya tahun2005.

bandicam 2013-11-01 09-26-04-486

19. Hanoman duta, karya tahun 2005.

bandicam 2013-11-01 09-26-09-056

20. Kekuatan Kumbakarna,karya tahun 2005.

bandicam 2013-11-01 09-26-13-332

21. Pandawa 12 tahun di hutan, karya tahun 2005.

bandicam 2013-11-01 09-26-18-964

22. Pandawa dihutan, karya tahun2005.

bandicam 2013-11-01 09-26-23-180

23. Lahirnya Pandawa, karya tahun 2005.

bandicam 2013-11-01 09-26-26-997

24. Hanoman duta, karya tahun 2005.

bandicam 2013-11-01 09-26-31-222

25. Dewa Ruci, karya tahun 1999.

bandicam 2013-11-01 09-26-35-425

27. Sutasoma, karya tahun 1982.

bandicam 2013-11-01 09-26-39-386

28. Gung Jaya CK berfose di depan lukisan Gung Wayan Tjidera.  Karyanya di sebelah kanan bawah saya, berwana merah

 

Top