Category Archives: Tulisan

Tulisan

ARTIKEL 4

SEJARAH GITAR

Asal Usul Gitar Listrik
Sejarah gitar listrik bermula pada tahun 1930, ketika seorang yang bernama George Beauchamp mulai mencari cara untuk menambah volume gitar. Diketahui jika suatu kawat di beri gaya medan magnet maka dapat menciptakan arus listrik. Atas dasar pemikiran ini Ia meneliti dan mengadakan suatu percobaan dengan jarum Gramopon ( pada dasarnya teknologi ini bisa didapati pada motor motor listrik, generator, jarum gramopon, radio dan mic ).  Ia percaya bahwa jika dawai gitar digetarkan dekat medan magnet akan bisa diubah menjadi arus arus listrik dan kemudian dikonversi kembali menjadi gelombang suara melalui speaker. Setelah percobaan berbulan bulan dan bekerja sama dengan Paul Barth maka terciptalah pickup pertama yang sederhana terdiri dari 6 kutub dan tiap tiap kutub untuk masing – masing dawai. Pickup berisi kumparan yang digulung rapi. Menurut ceritanya, Ia mengambil kumparan itu dari mesin cuci dan melilitnya kembali dengan motor mesin jahit. Penemuannya ini sangat dihargai dan mendapatkan hak paten. Dengan penemuannya ini maka langkah selanjutnya Ia mencari orang yang mau bekerja sama dan membantunya dalam soal dana. Ia menghubungi Adolph Rickenbacher temannya dulu di National String Instrument Company tempatnya bekerja. Mereka bekerja sama dan membentuk sebuah perusahaan dengan nama Instrumens Rickenbachers. Akhirnya Mereka mulai memproduksi gitar listrik pertama yang disebut “The Frying Pan” ( mungkin karena badan gitarnya terbuat dari panci ). Ini yang membuat perusahaan mereka tertulis dalam sejarah sebagai pabrik yang pertama membuat dan memproduksi gitar listrik. Selanjutnya seseorang yang bernama Lloyd Loar memperkenalkan gitar listrik yang modelnya berbentuk gitar Spanyol. Ia dianggap yang pertama kali membuat dan memasarkan gitar model ini. Ia telah banyak melakukan percobaan – percobaan ini mulai awal 1920 dan pada tahun 1933 mendirikan perusahaan dengan nama Vivi Tone yang merupakan anak perusahaan dari Gibson Company. Perusahaan ini memproduksi gitar listrik dengan bentuk gitar spanyol tapi dalam satu tahun perusahaan ini tidak berhasil. Dari kegagalan ini, akhirnya mengilhami Gibson Company untuk mencoba melanjutkan menciptakan gitar listrik. Dari usaha usaha yang dilakukan maka terciptalah gitar listrik ES150 yang nantinya menjadi perintis gitar gitar listrik selanjutnya. Sejarah gitar listrik berlanjut pada tahun 1933 pada saat Alvino Rey yang juga bekerja pada Gibson Company mengembangkan Pickup gitar listrik yang lebih baik selain kualitas suara bentuknya juga diubah. Di balik Kesuksesan ES-150 masih didapati banyak kekurangan, karena badan gitar yang berongga maka getaran dari badan gitar juga ditangkap pickup sehingga ikut terdengar pada amplifier. Selain itu sering terjadi feedback dan suara suara yang tak diinginkan. Karena itu seorang gitaris jazz terkenal Les Paul memperkenalkan solusi baru untuk membuat badan gitar padat dan tak berongga. Pada akhirnya Ia sukses membuat gitar badan padat dan menghasilkan suara yang bagus tanpa feedback atau suara — suara yang tidak dikehendaki. Selain itu Ia menambahkan pickup pada badan gitarnya menjadi dua. Pada tahun 1946 Ia membawa gitarnya ini ke Gibson tetapi ditolak dengan alasan konsumen kurang tertarik dengan gitar badan padat. Ia merasa kecewa karena usaha yang Ia rintis akhirnya gagal. Tidak lama kemudian seorang yang bernama Leo Fender percaya bahwa gitar yang dibuat oleh Les paul dengan gitar badan padatnya akan banyak diminati oleh para konsumen. Akhirnya pada tahun 1943 Ia membuat gitar badan padat yang terbuat dari kayu pohon Ek dan menyewakannya kepada para musisi agar mendapat banyak dukungan. Akhirnya pada tahun 1949 Leo Fender mendapatkan kesuksesannya dengan model gitar badan padatnya dan mendapatkan penghargaan. Melihat kesuksesan Leo Fender dengan gitar badan padatnya maka Gibson Company Akhirnya kembali melihat contoh gitar Les Paul dan mendisainnya ulang. Pada tahun 1952 diputuskan untuk memproduksi gitar badan padat dan menjadi suatu standar industri. Walaupun inspirasinya datang dari Les Paul gitar Gibson yang sekarang kita kenal dinamai menurut nama perusahaannya.

Pada tahun 1961 Ted McCarty memperkenalkan ES-335 suatu gitar semi-hollow yaitu gabungan antara gitar berongga dan gitar badan padat. Dengan cepat gitar ini menjadi populer digunakan para gitaris gitaris jazz diantaranya adalah BB King dan Chuck Berry. Gibson dan Fender adalah perusahaan pembuat gitar yang telah berjasa mengembangkan instrumen ini khususnya gitar listrik dengan disain disain yang futuristik. Keduanya sudah menjadi standar gitar bagi para musisi, seperti sekarang kita mengenal Gibson SG atau Fender Stratocaster. Setelah kedua perusahaan tersebut telah berhasil mengembangkan gitar listrik, maka mulailah banyak bermunculan perusahaanperusahaan lain yang memproduksi gitar listrik sampai sekarang.

BANJAR (KOMUNITAS)

KOMUNITAS

 

Nama saya adi natanael, sejak kecil saya sudah menjadi anggota komunitas dari salah satu gereja di denpasar. Saya aktif menjadi anggota sampai saat ini. Dai usia 5 tahunnan saya sudah mengikuti yang namannya sekolah minggu yang biasanya di adakan senggu sekali tepat di hari minggu. Sekolah minggu ini bertujuan untuk mengumpulkan anak anak, untuk belajar agama sejak dini, disinilah awal karakter dan spritual anak di berntuk, disini mereke di ceritakan tentang kisah kisah alkitab yang menarik, sehingga anak- anak ini bisa menerima pelajaran, karena anak anak masih suka bermain, format acara sekolah minggu ini bermainsambil belajar, anak anak di bimbing sambil dia ajak bermain untuk menghilangkan kejenuhan, dan mereka bisa berkumpul bersama teman teman sebaya mereka. Pada usia 12 tahunnan saya bergabung dalam komonitas remaja. Di komunitas ini saya bisa bergaul beribadah bersama dengan teman- teman sebaya saya. Saya bisa bertumbuh kecara keagamaan, berkembang secara mental dan spritual. Tanpa rasa ada canggung karena kami berusia yang sebaya. Disini kmu mulai di ajarkan untuk mendalami kitab suci kami (alkitab)

Lebih dalam lagi.

Sehingga kami bisa belajar membedakan mana yang baik. Disi juga kami bisa bermain, bercanda seperti remaja bisanya. Perkembangan kami di awasi oleh pembina kami, sehingga perkembangan kami terpantau dengan baik. Di komunitas remaja ini kmi sudah bisa belajar melayani Tuhan. Baik dalam segi musik,tari , olah vokal dan kepengurusan remaja itu sendiri, kmu juga sudah mulai belajar untuk berorganisasi. Di komunitas remaja ini saya memeilih melayani dalam biyang musik, kmi juga di ajarkan untuk bisa bertanggung jawab dengan jadwal pelayanan yang sudah kami dapat. Pada usia 19  tahunan saya sudah pindah ke kmunitas yang namnya pemuda, tinggakatan komunitas ini di ikuti sesuai dengan kelompok usia, sehingga kami di harapkan untuk bisa bergabung ke komunitas sebaya kami, sehingga kami bisa leluasa membahas masalah yang kami hadapi sesuai dengan usia kamu masing, karena setiap fase usia pasti memiliki malsahanya masing- masing.

Di komunitas pemuda ini saya sudah mulai aktif untuk  melayani dalam bidang musik. Selain di pemuda saya juga aktif melayanai musik di ibadah umum untuk segala usia. yang di adakan gererja saya setiap hari minggu. Dalam komunitas pemuda kami di bentuk menjadi pemuda yang bisa memiliki mental spiritual yang baik, sehingga kami memiliki bekal yang cukup untuk manghadapi pergaulan pergaulan yang kurang baik. Komunitas pemuda ini di adakan pada hari minggu juga setelah ibadah umum. Selain kmunitas pemuda saya juga mengikuti komunitas kelompok sel, di kelompok sel ini kami bisa beribadah di rumah- rumah anggotanya masing masing. Dengan suasana yang santai kami membahas masalah kehidupan kami yang lebih pribadi, sehingga  di kelompok sel ini kami bisa bercerita dengn bebas kepada anggota yang lain yang sudah seperti saudara.

Di kelompok sel ini acaranya tidak begitu formal . kami terkadang mengadakan acaranya di resrtoran sambil makan, di rumah sambil nonton dan sambil melakukan hal hal yang menyenangkan sehingga antar anggota komsel bisa terjalin rasa kekeluargaan yang erat, setiap bulannya semua komsel yang ada dikumpulkan menjadi  satu dalam ibadah komsel raya. Sehingga antar komsel bisa menjalin keakraban yang baik. Banyak hal hal positif yang bisa kami lakukan untuk menjadikan komsel ini bukan hal yang membosankan, tapi juga bisa

 

 

menjadi sarana untuk merefreshing diri dengan melakukan acara- acara yang  seru, seperti games, permainan permainan sederhana yang mengundang tawa. Selin kompak juga banyak pertemuan yang bisa di ikutu untuk kaum ibu tersedia wadah yang bernama WBI( Wanita Bethel Indonesia), di sini para ibu – ibu bisa sharing dan berbagi kisah dengan problema yang sedang di hadapi ibu – ibu saat saat ini. Mereka bisa saling curhat dengan yang  orang / temen yang bisa mereka percaya sehingga acaranya bisa menjadi ajang ibu – ibu untuk saling berbagi pengalaman dan cerita, selain ibu ibu kaum pria juga di sediakan wadah yang bernama PBI ( Pria Bethel Indonesia) hampir mirip dengan Wbi, Pbi merupaka sarana untuk para bapak- bapak saling berbagi pengalaman dan cerita masalah yang sering di hadapai para bapak- bapak, dan untuk Pbi dan Wbi ini di ikuti usia 40 samapai 50 tahun. Untuk fase usia 26 sampai 40 tahun disediakan wadah yang bernama DMBI (Dewasa Muda Bethel Indonesia)

Pada usia ini biasanya di ikuti orang baru menikah. Disini sering di bahas tentang malah rumah tangga dan keluarga.

Acara paskah dan natal. Perayaan ini di adakan setiap setahun sekali. Pada perayaan natal maupun perayaan paskah, akan di bentuk panitia acara yang di persiapkan untuk mensukseskan acara natal dan paskah, biasanya acara ini dipersiapkan kurang lebih 3 bulan. Untuk membuat acara ini menjadi acara yang luar biasa. Panitia yang di tunjuk akan melaksanakan rapat bersama setiap minggu untuk mempersiapkan acaranya. Tapi bukan hanya acaranya saja yang di tekankan, tapi yang terpenting adalam makna natal dan paskah itu sendiri. Sehingga orang yang datang bukan hanya menikmati acara yang suguhkan tapi juga bisa merasakan kehusyukan ibadahnya. Selain perayaan natal dan paskah umum, juga di adakan paskah anak, anak yang berusia 5 sampai 12 tahun, pun bisa merasakan kemeriahan natal dengan temen temen seusianya, sejak didini mereka sudah di ajarkan arti natal yang sesungguhnya, yang bukan hanya sekedar hura hura saja. Tapi natal merupakan peringatan hari lahirnya sang Juruselamat Yesus Kristus ke dunia untuk menebus dosa manusia, begitu juga dengan paskah, bukan untuk ajang berhura hura, tapi paskah meruakan peringatan kebangkitan Tuhan Yesus pada hari yang ketiga, untuk menebus dosa manusia.

Demikin sedikit cerita tentang  komunitas yang saya ikuti. Di GBI Shallom Denpasar

Banyak kegiatan yang membangun spritual yang bisa saya ikuti di sini. Banyak komunitas yang isa ikuti, tapi pilihlah komunitas yang bisa membuat kita lebih baik, yang membawa kita ke arah yang lebih baik, karena siapa kita di tentukan dengan siapa kita bergaul (berkomunitas). Jadikan komunitas kita sebagai ajang mengembangkan bakan membentuk karakter, sarana bersossialisasi. Sehingga kita memiliki ide ide positif untuk membuat masa depan yang jauh lebih baik. Trima kasih.

 

MY CV

Nama saya adalah Putu Adi Natanael , saya lagir pada tanggal 11 november tahun 1988 Saya beralamat di jalan gunung andakasa gang walet 6 no 4. Saya lahir di denpasar sekitar 25 tahun yang lalu. Ayah saya berasal dari salah satu kabupataen yang ada di provinsi bali yaitu dari kabupaten Karang asem. Dan ibu saya berasal dari kabupaten Tabanan. Dan saya lahir dan besar di kota denpasar. Saya memiliki satu orang adik yang baru duduk di bangku kelas 6 sd.
Saat ini Saya sedang mempuh perkuliahan di institut seni indonesia denpasar. Alasan saya menempuh pendidikan di universitas seni ini karena, saya ini saya ingin mendalami pengetahuan saya tentang musik.
Yang sebelumnya saya hanya mempelajari musik dari pergaulan dengan teman- teman yang sekedar bisa bermain alat musik. Karena ketertatikan semakin bertambah untuk mempelajari musik saya putuskan untuk mendaftarkan diri menjadi mahasiswa di isi denpasar.
Saya lahir di denpasar sekitar 25 tahun yang lalu. Ayah saya berasal dari salah satu kabupataen yang ada di provinsi bali yaitu dari kabupaten Karang asem. Dan ibu saya berasal dari kabupaten Tabanan. Dan saya lahir dan besar di kota denpasar. Saya memiliki satu orang adik yang baru duduk di bangku kelas 6 sd. Saya menempuh pendidikan taman kanak kanak di salah satu Tk di denpasar teptnya di Tk. Buana kumba yang beralamat di jalan nagka denpasar. Saya menamatkan pendidian sekolah dasar saya di Sd 4 pemecutan yang beralamat di jalan setiabudi denpasar. Kemudian saya menpuh pendidikan menengah pertama di Smp pgri 3 denpasar yang beralamat di jalan gunung agung denpasr. Saya menamatkan jenjang sekolah menengah akhir di SMK Rekayasa denpasar, yang beralamat di jalan ayani denpasar.
Saya sempat mengenyam pendidikan akademik di Stikom bali angkatan 2007. Karena satu dan lain hal saya tidak bisa menamatkan studi saya di Stikom denpasar. Pada saat itu ketertarikan saya untuk belajar musik lebih dalam sudah mulai muncul, sehingga pada tahun 2010 saya putuskan untuk mendaftakan diri pada penerimaan mahasiswa baru di ISI Jogja.
Karena kurang persiapan yang tidak lulus penerimaan mahasiswa baru. Akhirnya saya mendaftarkan pada tahun 2013 saya mendaftarkan diri untuk kuliah di ISI denpasar, dan saya di terima disini. Di ISI denpasar saya sudah memasuki semester 2, di kampus ini saya mendapat banyak pembelajarn tentang musik dan bisa berteme dengan teman – teman yang sudah hebat dalam bermain musik. Dikampus inilah saya bisa belajar dan sharing dengan teman- teman yang sudah memiliki sklil bermusik di atas rata rata. Dan dengan dosen dan kurikulum yang ada di ISI Denpasar saya bisa mengembangkan diri saya dalam bidang musik. Banyak hal yang saya dapat disini bukan hanya mempelajari musik saja. Karakter dan mental saya guga di bentuk disini. Saya memilih fakultas seni pertunjukan dengan prodi seni musik. Di prodi seni musik saya mengambil mayor gitar. Tapi bukan pejaran tentang giotar saja yang saya dapat. Saya juga memperoleh pembelajaran piano, vokal, dan di semester dua ini saya juga di bekali dengan pembelajaran tentang multimedia. Saat ini multi media sudah bukan hal asing lagi. Seluruh dunia sudah tau akan perkembangan dan pentingnya multimedia. Hampir seluruh perkembangan industri, pendidikan, hiburan, sudah mengkunakan multimedia yang sangat luar biasa. Dengan multimedia manusia bisa lebih mengenbangkan diri untuk mempermudah kehidupan manusia. Bahkan negara negara berkembang sudah tidak bisa di pisahkan dari yang namanya multimedia. Multimedia tidak selalu identik dengan komputer multimedia merupakan sarana manusia untuk berkomunikasi lewat audio dan visual. Mahasiswa musik juga harus bisa mengembangkan pengetehuan musik di multimedia. Agar bisa meyimpam, dan memperbanyak hasil karyanya yang tidak saja berupa audio saja atau visual saja tapi bisa menggabungkan keduanya menjadi sesustu yang bisa dilihat dan di dengar dengan indah dan yang terpenting bisa di dengar orang di seluruh dunia. Multimedia juga memudahkan orang berkomunikasi meskipun jarak yang jauh memisahkan. Dengan multimedia kita tidak perlu menunggu lama dalam melakukan penerimaan dan pengiriman data. Dalam hitungan detik semua bisa selasai. Dunia multimedia sangat bergantung dengan perkembngan internet. Oleh sebab itu sebaikanya anak- anak indonesia sudah mulai diperkenalkan dengan internet dan multimedia sejak dini. Apalagi didunia musik yang sangat mengandalakan hasil hasil dari audio visual, sangat penting untuk mendalali juga dunia multimedia sehingga kita bisa memiliki pergaulan sesama pemusik yang sangat luas. Lewat multimedia kita bisa berbagi ilmu berbagi pengalaman dalam bermusik. Jaman dahulu para pemusik dalam mempelajari sebuah karya sangatlah sulit harus memutar ulang pita kaet untuk mempelajari lagu dengan baik, sehingga sangat merepotkan tapi dengan perkembanagn multimeida, sekang orang hanya download lagunya bisa di putar ulang- ulang sesuka hati dan tidak repot. Bahkan sampai lessonnya bisa di lihat di youtube.
Multimedia saat ini sangat memudahkan hidup masnusia. Tapi tidak jarang multimedia membawa pengaruh buruk bagi manusia. Begitu bebasnya data dan berita yang kurang baik untuk menyebar sehingga memberi pengaruh yang buruk bagi manusia, tindak keriminal, tindak kejahatan bisa di akibatkan karena penggunaan multimedia yang tertlalu bebas.
Tapi itu semua bergantung kepada perkembangan moral kita. Sehingga ISI denpasar tidak hanya menekankan pendidikan akademik saja, tapi juga perkembangan moral siswa. Agar menghasilakan alumnus yang hanya hebat di akademik saja, tapi juga baik dalam mengontrol emosi dan tinggakah laku. Percuma juga memikili skil dan kemampuan akademik yang luar biasa tapi memiliki karakter yang buruk dan merugikan orang lain. Sebaiknya semua bisa berjalan seimbang dan seirama. Demikainlah sedikit tentang profil dan data diri saya. Dan juga sedikit cerita saya tentang pengalamana menuntut ilmu di Institut Seni Indonesia denpasar. Sebagai seniman jangan pernah melupakan sejarah karena sejarah merupakan pepmbentukan awal suatu budaya. Semua budaya yang ada di seluruh dunia memiliki sejarahnya masing – masing untuk di ceritakan kepada generasi berikutnya, supaya kita menjadi orang seni tidak sanya bisa menikmati seni saja tapi bisa menghargagai sejarahnya. Bagaimana pendahulu kita berjuang untuk mencipkatan seni untuk bisa kita nikmati di saat sekarang ini. Terima kasih Tuhan memberkati