Category Archives: Tak Berkategori

ARTIKEL 3

MUSIK POPULAR

Musik Populer merupakaan jenis-jenis musik yang saat ini digemari oleh masyarakat awam. Musik jenis ini juga merupakan musik yang sesuai dengan keadaan zaman pada saat ini, sehingga sesuai dengan di telinga kebanyakan orang.
Musik populer merujuk kepada salah satu dari sejumlah genre musik yang memiliki daya tarrik yang luas dan biasanya didistribusikan ke khalayak yang besar melalui industri musik. Ini berlawanan dengan baik seni musik dan musik tradisional, yang biasanya disebarluaskan secara akademis atau secara oral lebih kecil, penonton lokal. Meskipun musik populer kadang-kadang dikenal sebagai musik pop, dua istilah yang tidak dapat dipertukarkan. Musik populer adalah istilah umum untuk musik dari segala usia yang menarik bagi selera populer, sedangkan musik pop biasanya mengacu pada genre musik yang lebih spesifik.
Beberape genre musik yang termasuk musik populer diantaranya adalah pop, rock, jazz dan sebagainya.

B.     Gendre musik yang terdapat pada musik populer
Genre musik merupakan pengelompokan musik sesuai dengan kemiripannya satu sama lain. Dibawah ini ada beberapa genre musik yang terdapat pada musik populer, diantaranya :
1.      Musik Pop
Musik pop istilah awalnya berasal dari singkatan “populer”, adalah sebuah genre musik dari musik populer yang berasal dalam bentuk modern pada 1950-an, yang berasal dari rock and roll. Istilah musik populer dan musik pop sering digunakan secara bergantian, meskipun yang pertama adalah deskripsi musik yang populer (dan dapat termasuk gaya apapun), sedangkan yang terakhir adalah genre tertentu yang mengandung kualitas daya tarik masa.
Musik ini memiliki ciri, dalam penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bass. Biasanya, para musisinya juga menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penikmatnya. Musik pop ini juga dapat dibedakan menjadi musik pop anak-anak dan musik pop dewasa.
Alat-alat musik yang biasanya digunakan biasanya :
a.       Gitar Listrik
b.      Bass Guitar
c.       Drums
d.      Keyboard
e.       Gitar Akustik
f.       Piano
g.      dll.
2.      Musik Rock
Musik rock atau musik cadas adalah genre musik populer yang mulai diketahui secara umum pada pertengahan tahun 50an. Akarnya berasal dari rhythm and blues, music country dari tahun 40 dan 50an serta berbagai pengaruh lainnya. Selanjutnya, musik rock juga mengambil gaya dari berbagai musik lainnya, termasuk musik rakyat (folk music), jazz dan musik klasik.
Musik Rock juga merupakan salah satu genre dalam khasanah musik populer dunia yang biasanya didominasi oleh vokal, gitar, drum, dan bas. banyak juga dengan penambahan instrumen seperti keyboad, piano maupun synthesizer. Musik rock biasanya mempunyai beat yang kuat dan didominasi oleh gitar, baik elektrik maupun akustik.
Bunyi khas atau ciri khas dari musik rock sering berkisar sekitar gitar listrik atau gitar akustik, dan penggunaan back beat yang sangat kentara pada rhythm section dengan gitar bass dan drum, dan keyboard seperti organ, piano atau sejak 70an,syntheiser. Disamping gitar atau keyboard, saksofon dan harmonika bergaya blues kadang digunakan sebagai instrumen musik solo. Dalam bentuk murninya, musik rock mempunyai tiga chords, backbeat yang konsisten dan mencolok serta melody yang menarik.
Alat-alat musik yang sering digunakan diantaranya :
a.       Gitar elektrik
b.      Gitar bass
c.       Drums
d.      Keyboard
e.       dll.
3.      Musik Jazz
Jazz merupakan jenis musik yang tumbuh dari penggabungan Blues, Ragtime dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, Swing, Bebop, Hard Bop, Cool Jazz, Jazz Fussion, Smooth Jazz, dan Cafjazz. Aliran musikini juga  yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20.
Ciri khas dari musik ini diantaranya :
a.       Bluetonality, merupakan sejenis irama yang lebih mirip dengan nada blues. Hal ini dikarenakan awal dari musik jazz berasal dari musik blues.
b.      Swinging, iramanya yang terasa seperti mengayun.
c.       Sycopation (singkup), dasar dari singkup adalah up tempo, singkup ini banyak di pakai di aransemen lagu-lagu modern.
d.      Improvisasi, musik jazz membutuhkan improvisasi yang lebih ketimbang jenis musik lain. Improvisasi dari jenis dari jenis musik ini lebih ke instrument dan scatsing vokalis, dimana not-not yang keluar bukan hafalan dari backstage, tetapi spontan dari stage, yang dengan kata lain musisi jazz langsung menciptakan musik “on the stage”.
Alat-alat musik yang digunakan biasanya :
a.       Gitar
b.      Gitar Bass
c.       Saxsofon
d.      Trombon
e.       Piano
f.       Klarinet
g.      Trompet
h.      Double Bass
i.        Drums
j.        Vokal
4.      Musik Kroncong
Keroncong merupakan nama dari instrumen musik sejenis ukulele dan juga sebagai nama dari jenis musik khas Indonesia yang menggunakan instrumen musik keroncong, flute dan merupakan salah satu musik rakyat Indonesia yang berkembang sejak Abad XIX.
Sebenarnya keroncong merupakan genre musik tradisional, namun seiring perkembangannya instrumen menjadi musik populer dengan perpaduan dengan genre musik lainnya, seperti yang dilakukan oleh Bondan Praoso & Fade2 Black yang menciptakan komposisi berjudul “kroncong protol”  yang  berhasil memadukan musik bergenre rap dengan musik latar belakang irama keroncong.
Musik Keroncong mempunyai empat ciri diantaranya:
a.       Bentuk
b.      Harmoni
c.       Ritme atau rentak
d.      Alat-alat
Perbedaan yang lebih penting terletak dalam jenjang irama, perubahan pola dan aransemen laras, tempo, watak dan cara penyajiannya. Meskipun demikian , keroncong memang memiliki pola baku yang disebut irama keroncong, irama inilah yang menjadi ciri khas keroncong yang membedakan dengan genre musik lainnya.

artikel 2

 

HEDONISME

Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan.  Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.

Kata hedonisme diambil dari Bahasa Yunani ἡδονισμός hēdonismos dari akar kata ἡδονή hēdonē, artinya “kesenangan”. Paham ini berusaha menjelaskan adalah baik apa yang memuaskan keinginan manusia dan apa yang meningkatkan kuantitas kesenangan itu sendiri.

Pandangan hidup seperti hedonisme, dan individualisme tidak terlepas dari proses globalisasi dan modernisasi. Dalam era globalisasi dan modernisasi ini, hampir semua orang mengutamakan kesenangan semata, konsumsi dalam skala besar, dan pencapaian benda-benda materi dalam segala upaya. Untuk mencapai semua yang diinginkannya itu segalah usaha akan dilakukan, walaupun harus mengorbankan banyak hal yang dimilikinya.
Dalam kaitannya dengan hedonisme, di era globalisasi dan modernisme ini mencapai kenikmatan atau kesenangan semata adalah tujuan mutlak. Hedonisme sendiri bermakna bahwa pemujaan terhadap kesenangan dan kenikmatan dunia harus dikejar, dan itulah tujuan hidup yang paling hakiki bagi manusia. Hal ini menyebabkan perilaku manusia sebagai konsumen semakin menggila, yaitu Perilaku yang mengatas-namakan merk, kekuasaan, dan kenikmatan sesaat. Dampak negatifnya, muncul ideologi bahwa formalitas kini menjadi segalanya, hal terpenting bagi dirinya adalah images yang di mana mereka dapat menyalurkan hasrat. Contoh tindakan hedonisme dalam era globalisasi ini muncul dalam beragam tindakan aktivitas, mulai dari penomorsatuan sebuah merk, hingga free sex.

Sama halnya dengan hedonisme, globalisasi dan modernisasi juga mampu menyebarkan ideologi konsumerisme. Hal ini dikarenakan perkembangan dan kemajuan teknologi yang semakin pesat sehingga segala sesuatu sangat mudah untuk didapatkan. Perkembangan teknologi, misalnya perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

Dewasa ini Bisa kita lihat bahwa kebutuhan yang dibeli atau di konsumsi adalah barang-barang yang menurut pandangan mereka adalah barang-barang yang “mewah” misalnya kulkas, televisi, radio, tape-corder, kompor gas, bahan, alat-alat masak dan makanan-makanan (supermi dan sejenisnya, snack dan sebagainya). Pembelian–pembelian tersebut begitu meriahnya, tanpa disadari pentingnya setelah mereka membeli.

Saat melakukan pembelian barang-barang tersebut memang tidak akan menjadi beban yang bersangkutan manakala yang dibeli adalah bahan-bahan makanan/ minuman atau alat-alat masak yang tidak elektromik. Akan tetapi ternyata mereka sekarang membeli peralatan dan barang-barang yang tidak primer dan yang elektronik (Kulkas, TV misalnya), tidak terpikirkan bahwa setelah membeli dan memiliki akan mengandung biaya.

 

Biaya yang ditanggung secara harian atau bulanan adalah biaya listrik, sementara barang-barang tersebut kurang produktif untuk bisa menghasilkan uang secara harian atau bulanan. Pembelian tersebut sekedar menghabiskan uang “dadakan” yang tidak diperhitungkan beban selanjutnya setelah memiliki barang-barang tersebut.  Hal-hal tersebut merupakan sifat-sifat konsumerisme.

Proses globalisasi dan modernisasi yang terjadi juga menciptakan pandangan hidup lainnya, yaitu individualisme. Dengan adanya kemajuan teknologi dan pencampuran budaya asing, telah mengubah paradigma seseorang yang menganggap bahwa mampu memiliki benda atau materi yang lebih tinggi dari orang lainnya adalah tujuan ia hidup di dunia ini. Usaha-usaha yang dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut bahkan dilakukan tanpa perlu mengandalkan orang lain atau biasa disebut dengan individualis. Orang-orang yang menganut pandangan ini menganggap bahwa dirinya sendirilah yang menjadi kunci dalam kesuksesan dirinya sendiri atau bahkan organisasi sekitarnya. Kehidupan menyendiri adalah salah satu ciri kehidupan individualis.

 

 Perkembangan pandangan hidup hedonisme, konsumerisme, dan individualism   dalam era globalisasi dan modernisasi

·         Hedonisme muncul pada awal sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM. Hedonisme ingin menjawab pertanyaan filsafat “apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia?” Hal ini diawali dengan Sokrates yang menanyakan tentang apa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir manusia. Lalu Aristippos dari Kyrene (433-355 SM) menjawab bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan. Dalam era globalisasi dan modernisasi ini, pandangan hidup hedonisme telah menjadi trend  bagi sebagian besar kalangan. Mereka memiliki  pemahaman yang mementingkan kesukaan dan kemewahan dalam kehidupan, tanpa menghiraukan larangan agama dan tatasusila. Kesenangan, kesukaan, dan kemewahaan diera globalisasi dan modernisasi ini dilambangkan dengan uang.
Peningkatan ideologi hidup hedonisme ini dapat dilihat dari contoh kriminalitas, salah satunya yaitu korupsi. Dewasa ini, tidak ada Negara yang terlepas dari praktik kasus korpusi. Mereka tidak memperdulkan akan setiap pihak-pihak yang dirugikan, karena yang menjadi tujuan utama kehidupan mereka adalah kesenangan dan kemewahan. Dengan mengumpulkan uang sebanyak-banykanya maka kesenangan dan kepuasan itu dapat terpenuhi, tidak perduli bagaimanapun caranya. Agama yang seharusnya menjadi penghambat maupun penunnjuk arah bagi mereka tidak lagi dipandang eksistensinya.

·         Dalam era kehidupan globalisasi dan modernisasi sekarang ini, polah hidup konsumtif atau konsumerisme telah berkembang pesat. Pandangan kehidupan konsumerisme ini bukan saja telah menjangkit masyarakat menengah ke atas saja, akan tetapi telah sampai pada masyarakat yang paling bawah dalam tingkatan sosial dan ekonominya. Pola hidup konsumtif ini bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, bahwa barang yang mereka beli adalah barang-barang yang menurut pandangan mereka adalah barang-barang yang “mewah” misalnya kulkas, televisi, radio, tape-corder, kompor gas, bahan, alat-alat masak dan makanan-makanan (supermi dan sejenisnya, snack dan sebagainya). Pembelian–pembelian tersebut begitu meriahnya, tanpa disadari pentingnya setelah mereka membeli.

Saat melakukan pembelian barang-barang tersebut memang tidak akan menjadi beban yang bersangkutan manakala yang dibeli adalah bahan-bahan makanan/ minuman atau alat-alat masak yang tidak elektromik. Akan tetapi ternyata mereka sekarang membeli peralatan dan barang-barang yang tidak primer dan yang elektronik (Kulkas, TV misalnya), tidak terpikirkan bahwa setelah membeli dan memiliki akan mengandung biaya. Biaya yang ditanggung secara harian atau bulanan adalah biaya listrik, sementara barang-barang tersebut kurang produktif untuk bisa menghasilkan uang secara harian atau bulanan. Pembelian tersebut sekedar menghabiskan uang “dadakan” yang tidak diperhitungkan beban selanjutnya setelah memiliki barang-barang tersebut. Inilah yang dikatakan sebagai bukti bahwa masyarakat menengah kebawah sangat konsumerisme. Tanpa disadarik mereka memiliki barang-barang yang kurang produktif dan justru akan menjadi beban harian atau bulanan, yang berarti tidak menolong kehidupan sehari-hari, akan tetapi kebalikannya yaitu memberi beban biaya harian atau bulanan mereka. Jika dilihat secara global, maka pola kehidupan konsumtif ini telah mewabah hamper kesemua lapisan masyarakat. Setiap orang selalu berusaha untuk memiliki atau menghabiskan uang yang dimilikinya untuk membeli produk-produk yang belum pasti dapat bermanfaat bagi kehidupannya. Gaya hidup orang konsumerisme tentu sudah sangat jelas terlihat, bahwa seseorang tidak pernah puas akan apa yang dimiliknya, untuk itu mereka selalu berupaya untuk meiliki hal yang lebih dan lebih lagi dari apa yang orang lain punya.

 

·         Pandangan hidup individualisme menjelaskan bagaimana seseorang hidup tanpa adanya sosialisasi dengan orang lain. Hal ini berarti memberikan pengertian bahwa Individualisme itu sendiri merupakan bentuk keegoisan seseorang didalam melakukan segala hal.

Dengan sifat egoisnya itu, orang-orang itu tidak memperdulikan orang-orang yang ada disekitarnya untuk dapat hidup bersosialisasi dengan dirinya. Dalam era globalisasi dan modernisasi sekarang ini, pola kehidupan bermasyarakat dengan menggunakan pandangan hidup seperti ini telah berkembang kebanyak bangsa. Sebagai contoh misalnya di Korea, yaitu kekuatan persatuan yang didasarkan pada kedaerahan dan hubungan sekolah, yang secara tradisional sudah menjadi inti cara orang Korea menjalin hubungan, kini telah berkurang. Hasil dari survey yang menunjukkan bahwa individualisme telah berkembang di antara masyarakat yang diadakan oleh LG Economic Research Institute pada tanggal 13 Juni, menyatakan bahwa dari Sebanyak 1.800 orang berpartisipasi di dalamnya ada 36,4% responden memprioritaskan individualitas ketimbang organisasi. Sebanyak 36,8% mengatakan mereka tidak setuju apabila tindakan atau aksi yang dilakukan untuk publik harus memberi batasan atau melanggar hak pribadi seseorang. Masih banyak beberapa kasus yang menyatakan bahwa dalam era globalisasi dan modernisasi ini bahwa pandangan hidup individualism telah berkembang pesat keseluruh Negara.

Dampak negatif dari pandangan hidup hedonisme, konsumerisme, dan individualisme

 

a.       Banyak sekali dampak negatif yang tibul akibat hedonisme antara lain :

·         Hedonisme membuat orang lupa akan tanggungjawabnya karena apa yang dia lakukan semata-mata untuk mencari kesenangan diri. Jika hal-hal tersebut mampu menggeser budaya bangsa Indonesia maka sedikit demi sedikit Indonesia akan kehilangan jati diri yang sesungguhnya.

·         Manusia akan memprioritaskan kesenangan diri sendiri dibanding memikirkan orang lain, sehingga menyebabkan hilangnya rasa persaudaraa, cinta kasih dan kesetiakawanan sosial.

·         Sikap egoisme akan semakin membudaya, inilah bukti hedonisme yang menjadi impian kebanyakan anak muda.

·         Semakin berkembangnya sistem kapitalis-sekuler karena sistem inilah yang menyebabkan hedonisme berkembang secara pesat.

·         Merusak suatu sistem nilai kehidupan yang ada dalam masyarakat sekarang, mulai sistem sosial, politik, ekonomi, hukum, pendidikan sampai sistem pemerintahan.

·         Meningkatnya angka kriminalitas. Tindak kriminal yang akhir-akhir ini marak terjadi kebanyakan dilatar belakangi oleh sifat hedonisme manusia semata.

b.      Komsumerisme tidak terlepas dari yang namanya modernisasi. Seseorang yang sudah termasuk didalam kategori konsumerisme ini sangat susah untuk menghindarinya, karena mereka sudah menganggap bahwa mereka harus menjadi yang pertama diantara orang lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dampak negative dari pola kehidupan konsumtif adalah sebagai berikut:

·              Pemakaian uang yang berlebihan atau boros.

·     Pemanfaatan barang atau produk-produk yang tidak sesuai kebutuhan yang seharusnya diharapkan.

·             Gangguan pssikologis, dengan kebiasaan mengkonsumsi suatu hal yang berada diatas normal menebabkan kecanduan akan benda tersebut, dan jika kebutuhan akan benda tersebut tidak dapat terpenuhi maka akan menimbulkan gangguan psikologisnya.

·              Tindakan criminal, keinginan seseorang yang telah tergabung dalam            pola hidup konsumtif akan semakin buruk, jika yang bersangkutan          tidak lagi dapat memenuhi keinginnanya maka terpaksa ia harus melakukan tindakan kriminal, seperti mencuri ataupun merampok.

 

c.       Adapun dampak negative yang dihasilkan dari pola hidup individualis, yaitu:

·                Kehilangan rasa solidaritas terhadap sesame

·                Egoisme yang tak terbatas

·                Terasingkan dari kehidupan social

·                Kesulitan dalam bersosialisasi

 

 

 Kesimpulan

 

Dari latarbelakang hingga pembahasan yang telah dijelaskan dalam  penulisan ini maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:

1.      Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.

2.      Modernisasi dapat pula berarti perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang modern.

3.      Perkembangan pandangan kehidupan hedonisme, konsumerisme, dan individualisme berhubungan erat kaitannya dengan globalisasi dan modernisasi.

4.      Pandangan hidup seperti hedonisme, konsumerisme, dan individualisme terus dan akan semakin berkembang bila tidak ada pemahaman positif dari pribadi didalamnya, hal ini akan memberikan dampak negatif jika terus dipertahankan sebagai pedoman atau nilai-nilai dasar kehidupan.

 

 

 

 

ARTIKEL 1

 

PENGARUH MUSIK KLASIK UNTUK PERKEMBANGAN ANAK DAN JANIN

Janin akan berkembang secara pesat pada trimester kedua, baik ukuran maupun kemampuannya. Pada masa ini kemampuan pendengaran janin mulai berkembang sebagai saluran komunikasi antara janin dan dunia luar.

Melalui pendengarannya janin bisa merasakan lingkungan di sekitarnya. Janin akan memberikan rekasi terhadap segala sesuatu yang didengarnya. Saat bereaksi janin akan bergerak dalam kandungan sehingga ibu pun bisa merasakannya. Sehubungan dengan berkembangnya indera pendengaran janin maka ibu pun mulai menghubungkan janin dengan musik untuk mencerdaskan otak janin. Namun benarkan musik bisa mencerdaskan janin?

Permasalahan ini masih menjadi simpang siur, belum ada penelitian yang memastikan bahwa musik bisa membuat otak janin jadi lebih pintar. Menurut David Baron, seorang Kepala Bagian Psikiatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Temple, Amerika, menjelaskan bahwa sebenarnya inteligensia merupakan hal yang kompleks. Karena itu, belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa musik secara langsung bisa merangsang otak janin sehingga bisa memiliki tingkat IQ tertentu. David menambahkan bahwa 60-80 persen kecerdasan seseorang diwariskan secara genetik.

Meski tidak berhubungan langsung dengan tingkat kecerdasan janin, tapi janin yang mendengar musik klasik yang tenang cenderung akan menjadi anak yang tenang pula. Janin akan mudah tidur nyenyak. Notabene kualitas tidur yang baik berhubungan dengan perkembangan otak. Karena itulah saat janin tidur nyanyak, sel saraf di otak akan berkembang pesat. Otak bisa berkembang dengan maksimal jika ia cukup tidur.

Mendengarkan musik sejak janin masih dalam kandungan sebenarnya tak ada salahnya. Hasil penelitain memnunjukkan jika ibu hamil mendengar musik tertentu maka janin dalam kandungan akan bereaksi dengan bergerak selama musik diputar. Hal ini memperlihatkan bahwa janin dalam kandungan juga senang mendengarkan musik. Meski begitu, tidak semua jenin musik dapat memberikan efek positif pada janin. Peneltian menunjukkan bahwa musik klasik merupakan jenis musik yang paling baik untuk merangsang perkembangan otak.

Sampai saat ini alasan mengapa musik klasik mampu merangsang perkembangan otak janin masih menjadi perdebatan. Beberapa ahli menganggap bahwa tempo dan struktur nada musik klasik yang teratur mampu memberikan penggambaran tersendiri di otak. Gambaran yang menunjukkan bahwa dunia ini memiliki garis-garis yang saling berhubungan kendati tak terlihat. Kemampuan menarik garis-garis yang tak terlihat itulah yang membuat perbedaan kecerdasan.

Menurut Janet DiPietro, musik apa saja yang disukai ibu hamil tidak masalah bila didengarkan, asalkan musik tersebut bisa membuat ibu tenang, tidur ibu menjadi lebih nyenyak. Terkadang musik yang disukai mampu membantu ibu untuk lebih tenang menghadapi perubahan hormon saat hamil. Kondisi ibu hamil yang tenang bisa mengurangi risiko stres dan ketegangan sehingga janin dalam kandungan menjadi nyaman. Menikmati musik sambil menggerakkan tubuh bisa memberikan energi positif ke tubuh yang kemudian diserap oleh janin Anda.

 

Pengaruh musik untuk bayi prematur

Menurut tulisan Samuel Halim, Fakultas Kedokteran UI, musik cukup penting bagi pemulihan bayi-bayi prematur di NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Penelitian dilakukan dengan menggunakan lagu pengantar tidur (lullaby) pada bayi-bayi prematur dan membuktikan bahwa bayi-bayi tersebut memiliki sucking rate (hisapan menyusu) 2,46 kali lebih banyak ketika mendengarkan musik dibandingkan dalam kondisi hening.

Musik sebagai pengantar tidur

Untuk membuat kita relaks, gunakan musik pengantar tidur. Begitu pula untuk bayi atau balita, nyanyikan lagu untuknya. Nyanyian dari ibu atau ayah memiliki efek yang lebih besar daripada musik dari CD atau kaset. Nyanyian adalah salah satu bentuk komunikasi yang dapat merangsang perkembangan bahasanya. Nikmati pengalaman meninabobokan si kecil setiap malam dengan berbagai lagu favorit Anda.

Jenis Musik yang Cocok

Tidak semua musik dianjurkan untuk diperdengarkan pada janin, bayi dan balita. Yang tidak disarankan adalah musik dengan irama keras dan cepat, seperti irama rock, disco, serta rap. Musik yang terlalu keras akan membuat mereka tegang dan gelisah, karna itulah musik yang memiliki ketukan cepat dan keras tidak diperbolehkan dperdengarkan kepada anak.

Sebaiknya yang diperdengarkan kepada bayi dan anak adalah lagu klasik karna lagu klasik bersifat lembut dan halus karna akan membuat janin dan anak akan merasa tenag bila mendengarnya. Memilih lagu pun harus pada saat yang tepat contohnya saat anak akan tidur perdengarkanlah lagu yang membuat anak relaks, dan sebaliknya pada saat anak sedang beraktifitas perdengarkanlah lagu gembira yang akan membuat anak bersemangat.

Musik klasik bila rajin diperdengarkan pada janin akan baik hasilnya karna akan membuat dapat memicu percabangan sel-sel otaknya, melatih konsentrasi, dan mengasah daya nalarnya, dengan demikian, setelah lahir ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak cengeng dan mudah berkonsentrasi.

Jadi, Musik itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan bayi dan anak karena musik akan memberi rangsangan-rangsangan yang baik untuk perkembangan otak. Hampir semua jenis musik memberi pengaruh yang baik seperti musik klasik yang akan membuat perasaan tenang yang berdampak besar saat anak tersebut tumbuh, namun ada pula jenis musik yang tidak baik diperdengarkan kepada janin dan anak, seperti jenis musik rock,disco, rap karna musik tersebut akan membuat perasaan anak menjadi tidak tenang dan cenderung membuat anak gelisah.

 

 

 

 

Halo dunia!

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!