BANJAR (KOMUNITAS)

KOMUNITAS

 

Nama saya adi natanael, sejak kecil saya sudah menjadi anggota komunitas dari salah satu gereja di denpasar. Saya aktif menjadi anggota sampai saat ini. Dai usia 5 tahunnan saya sudah mengikuti yang namannya sekolah minggu yang biasanya di adakan senggu sekali tepat di hari minggu. Sekolah minggu ini bertujuan untuk mengumpulkan anak anak, untuk belajar agama sejak dini, disinilah awal karakter dan spritual anak di berntuk, disini mereke di ceritakan tentang kisah kisah alkitab yang menarik, sehingga anak- anak ini bisa menerima pelajaran, karena anak anak masih suka bermain, format acara sekolah minggu ini bermainsambil belajar, anak anak di bimbing sambil dia ajak bermain untuk menghilangkan kejenuhan, dan mereka bisa berkumpul bersama teman teman sebaya mereka. Pada usia 12 tahunnan saya bergabung dalam komonitas remaja. Di komunitas ini saya bisa bergaul beribadah bersama dengan teman- teman sebaya saya. Saya bisa bertumbuh kecara keagamaan, berkembang secara mental dan spritual. Tanpa rasa ada canggung karena kami berusia yang sebaya. Disini kmu mulai di ajarkan untuk mendalami kitab suci kami (alkitab)

Lebih dalam lagi.

Sehingga kami bisa belajar membedakan mana yang baik. Disi juga kami bisa bermain, bercanda seperti remaja bisanya. Perkembangan kami di awasi oleh pembina kami, sehingga perkembangan kami terpantau dengan baik. Di komunitas remaja ini kmi sudah bisa belajar melayani Tuhan. Baik dalam segi musik,tari , olah vokal dan kepengurusan remaja itu sendiri, kmu juga sudah mulai belajar untuk berorganisasi. Di komunitas remaja ini saya memeilih melayani dalam biyang musik, kmi juga di ajarkan untuk bisa bertanggung jawab dengan jadwal pelayanan yang sudah kami dapat. Pada usia 19  tahunan saya sudah pindah ke kmunitas yang namnya pemuda, tinggakatan komunitas ini di ikuti sesuai dengan kelompok usia, sehingga kami di harapkan untuk bisa bergabung ke komunitas sebaya kami, sehingga kami bisa leluasa membahas masalah yang kami hadapi sesuai dengan usia kamu masing, karena setiap fase usia pasti memiliki malsahanya masing- masing.

Di komunitas pemuda ini saya sudah mulai aktif untuk  melayani dalam bidang musik. Selain di pemuda saya juga aktif melayanai musik di ibadah umum untuk segala usia. yang di adakan gererja saya setiap hari minggu. Dalam komunitas pemuda kami di bentuk menjadi pemuda yang bisa memiliki mental spiritual yang baik, sehingga kami memiliki bekal yang cukup untuk manghadapi pergaulan pergaulan yang kurang baik. Komunitas pemuda ini di adakan pada hari minggu juga setelah ibadah umum. Selain kmunitas pemuda saya juga mengikuti komunitas kelompok sel, di kelompok sel ini kami bisa beribadah di rumah- rumah anggotanya masing masing. Dengan suasana yang santai kami membahas masalah kehidupan kami yang lebih pribadi, sehingga  di kelompok sel ini kami bisa bercerita dengn bebas kepada anggota yang lain yang sudah seperti saudara.

Di kelompok sel ini acaranya tidak begitu formal . kami terkadang mengadakan acaranya di resrtoran sambil makan, di rumah sambil nonton dan sambil melakukan hal hal yang menyenangkan sehingga antar anggota komsel bisa terjalin rasa kekeluargaan yang erat, setiap bulannya semua komsel yang ada dikumpulkan menjadi  satu dalam ibadah komsel raya. Sehingga antar komsel bisa menjalin keakraban yang baik. Banyak hal hal positif yang bisa kami lakukan untuk menjadikan komsel ini bukan hal yang membosankan, tapi juga bisa

 

 

menjadi sarana untuk merefreshing diri dengan melakukan acara- acara yang  seru, seperti games, permainan permainan sederhana yang mengundang tawa. Selin kompak juga banyak pertemuan yang bisa di ikutu untuk kaum ibu tersedia wadah yang bernama WBI( Wanita Bethel Indonesia), di sini para ibu – ibu bisa sharing dan berbagi kisah dengan problema yang sedang di hadapi ibu – ibu saat saat ini. Mereka bisa saling curhat dengan yang  orang / temen yang bisa mereka percaya sehingga acaranya bisa menjadi ajang ibu – ibu untuk saling berbagi pengalaman dan cerita, selain ibu ibu kaum pria juga di sediakan wadah yang bernama PBI ( Pria Bethel Indonesia) hampir mirip dengan Wbi, Pbi merupaka sarana untuk para bapak- bapak saling berbagi pengalaman dan cerita masalah yang sering di hadapai para bapak- bapak, dan untuk Pbi dan Wbi ini di ikuti usia 40 samapai 50 tahun. Untuk fase usia 26 sampai 40 tahun disediakan wadah yang bernama DMBI (Dewasa Muda Bethel Indonesia)

Pada usia ini biasanya di ikuti orang baru menikah. Disini sering di bahas tentang malah rumah tangga dan keluarga.

Acara paskah dan natal. Perayaan ini di adakan setiap setahun sekali. Pada perayaan natal maupun perayaan paskah, akan di bentuk panitia acara yang di persiapkan untuk mensukseskan acara natal dan paskah, biasanya acara ini dipersiapkan kurang lebih 3 bulan. Untuk membuat acara ini menjadi acara yang luar biasa. Panitia yang di tunjuk akan melaksanakan rapat bersama setiap minggu untuk mempersiapkan acaranya. Tapi bukan hanya acaranya saja yang di tekankan, tapi yang terpenting adalam makna natal dan paskah itu sendiri. Sehingga orang yang datang bukan hanya menikmati acara yang suguhkan tapi juga bisa merasakan kehusyukan ibadahnya. Selain perayaan natal dan paskah umum, juga di adakan paskah anak, anak yang berusia 5 sampai 12 tahun, pun bisa merasakan kemeriahan natal dengan temen temen seusianya, sejak didini mereka sudah di ajarkan arti natal yang sesungguhnya, yang bukan hanya sekedar hura hura saja. Tapi natal merupakan peringatan hari lahirnya sang Juruselamat Yesus Kristus ke dunia untuk menebus dosa manusia, begitu juga dengan paskah, bukan untuk ajang berhura hura, tapi paskah meruakan peringatan kebangkitan Tuhan Yesus pada hari yang ketiga, untuk menebus dosa manusia.

Demikin sedikit cerita tentang  komunitas yang saya ikuti. Di GBI Shallom Denpasar

Banyak kegiatan yang membangun spritual yang bisa saya ikuti di sini. Banyak komunitas yang isa ikuti, tapi pilihlah komunitas yang bisa membuat kita lebih baik, yang membawa kita ke arah yang lebih baik, karena siapa kita di tentukan dengan siapa kita bergaul (berkomunitas). Jadikan komunitas kita sebagai ajang mengembangkan bakan membentuk karakter, sarana bersossialisasi. Sehingga kita memiliki ide ide positif untuk membuat masa depan yang jauh lebih baik. Trima kasih.

 

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*